Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS), Tiongkok, dan Rusia, Kamis (24/9) berdebat panas selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang pandemi covid-19. Lantas, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan badan tersebut bahwa, jika krisis iklim menggunakan pendekatan yang sama, dengan perpecahan dan kekacauan yang sama seperti covid-19, dirinya takut pada hal terburuk.
Guterres mengatakan covid-19 tidak terkendali ketika jumlah kematian global mendekati 1 juta, sementara lebih dari 30 juta telah terinfeksi. Dia menyalahkan kurangnya kesiapan global, kerja sama, persatuan, dan solidaritas.
"Pandemi adalah ujian nyata kerja sama internasional, ujian yang pada dasarnya kami gagal," katanya kepada badan beranggotakan 15 orang itu.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Terus, Eropa Waspadai Bahaya Twindemic
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan diplomat tinggi pemerintah Tiongkok Wang Yi, menyindir AS selama pertemuan dewan virtual tentang pemerintahan global pascacovid-19. Duta Besar AS Kelly Craft pun balas menyerang keduanya.
"Malu pada diri masing-masing. Saya heran dan saya muak dengan isi diskusi hari ini, anggota dewan yang mengambil kesempatan ini untuk fokus pada dendam politik daripada masalah kritis yang ada," katanya.
Meski tidak menyebutkan negara mana pun, Lavrov mencatat pandemi telah memperdalam perbedaan antarnegara. Tidak heran perselisihan pun dapat terjadi dan semakin memburuk.
"Kami melihat upaya dari masing-masing negara untuk menggunakan situasi saat ini untuk memajukan kepentingan sempit mereka saat ini, untuk menyelesaikan masalah dengan pemerintah yang tidak diinginkan atau pesaing geopolitik," katanya.
Ketegangan yang telah lama membara antara AS dan Tiongkok mencapai titik didih terkait pandemi. Washington menyoroti upaya Beijing untuk pengaruh multilateral yang lebih besar dalam tantangan terhadap kepemimpinan tradisional.
Wang menyerukan koordinasi dan kerja sama yang lebih baik di antara kekuatan utama pada hari Kamis.
"Negara-negara besar bahkan lebih berkewajiban mengutamakan masa depan umat manusia, membuang mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis, dan bersatu dalam semangat atau kemitraan untuk mengatasi kesulitan," ungkapnya. (CNA/OL-1)
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti ungkap bagaimana kombinasi panas, garam, dan plastik merusak kesehatan tanah kota. Temukan mengapa satu faktor stres bisa mengubah segalanya.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved