Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk secara terbuka berkomitmen untuk menerima hasil pemilihan presiden yang akan datang pada November. Ia juga menolak untuk mengatakan apakah bendera Konfederasi adalah simbol ofensif.
Dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara Fox News, Chris Wallace, yang disiarkan pada Minggu (19/7), Trump mengatakan masih terlalu dini untuk membuat jaminan kuat seperti itu. Ia menggemakan ancaman serupa yang ia buat beberapa minggu sebelum pemungutan suara 2016.
Trump mencemooh jajak pendapat baru-baru ini yang menunjukkan ia tertinggal di belakang calon Partai Demokrat, Joe Biden.
"Saya harus memastikannya. Dengar... saya harus memastikannya," kata Trump. "Tidak, saya tidak akan mengatakan ya. Saya tidak akan mengatakan tidak, dan saya juga tidak melakukannya sebelumnya."
Baca juga : Persiapan Salat Jemaah Perdana, Erdogan Kunjungi Hagia Sophia
Sementara pihak kampanye Biden menjawab, "Rakyat Amerika Serikat akan memutuskan pemilihan ini. Dan pemerintah Amerika Serikat sangat mampu mengawal para penyusup keluar dari Gedung Putih."
Trump empat tahun lalu, ketika dalam tahap penutupan kampanyenya melawan Hillary Clinton, dia mengatakan dia tidak akan berkomitmen untuk menghormati hasil pemilu jika Demokrat menang.
Ditekan selama debat Oktober 2016 tentang apakah ia akan mematuhi kehendak pemilih, Trump menjawab ia akan membuat Anda tetap dalam kerisauan.” (Al Jazeera/OL-2)
Ia menilai kondisi kemanusiaan menunjukkan perbaikan seiring derasnya bantuan yang mulai masuk ke wilayah konflik.
Donald Trump mengundang sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Kebijakan perdagangan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai kenaikan tarif impor terhadap delapan negara Eropa.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan tindakan keras “tanpa kompromi” terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai penghasut, menyusul gelombang unjuk rasa.
Donald Trump mempertimbangkan beragam opsi intervensi terhadap Iran di tengah eskalasi protes anti-pemerintah yang berujung pada penindasan keras.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Menlu Oman bertemu Wapres AS JD Vance hari ini di Washington. Upaya terakhir cegah perang besar usai Operasi Midnight Hammer dan negosiasi nuklir di Wina.
AS tuntut Iran bongkar fasilitas nuklir Fordow, Natanz, Isfahan dan serahkan 10.000 kg uranium dalam perundingan permanen di Jenewa. Simak poin kesepakatannya.
Iran tingkatkan ekspor minyak hingga 3 juta barel per hari di Pulau Kharg guna antisipasi ancaman serangan Donald Trump. Simak dampak ketegangan Iran-AS.
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
Pejabat AS dan Iran kembali menggelar pertemuan tidak langsung putaran ketiga di Jenewa untuk meredakan ketegangan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved