Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

AS Gelontorkan 23 Triliun untuk Proyek Vaksin Covid-19

Antara
07/7/2020 21:53
AS Gelontorkan 23 Triliun untuk Proyek Vaksin Covid-19
Ilustrasi petugas laboratorium yang menguji sampel kasus covid-19.(AFP )

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengucurkan dana sebesar US$1,6 miliar (setara Rp23 triliun) kepada perusahaan Novanax untuk proyek pengujian, komersialisasi, dan produksi vaksin covid-19 potensial di negara itu.

Pemberian dana tersebut adalah yang terbesar sejauh ini dalam skema program “Operation Warp Speed” yang dikelola Gedung Putih untuk tujuan mempercepat akses terhadap vaksin dan perawatan melawan virus korona.

“Dana ‘Warp Speed’ ini adalah biaya untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin yang akan disebarkan mulai kuarter ke-4 tahun ini dan kemungkinan selesai pada Januari atau Februari tahun depan,” kata Direktur Eksekutif Novanax Stanley Erck kepada Reuters, Selasa (7/7).

Dana itu juga akan digunakan untuk menanggung uji coba besar-besaran fase III, yakni tahap terakhir dengan pengujian kepada manusia, yang akan dimulai secepat-cepatnya pada Oktober mendatang.

Pengumuman pemberian dana ini menyusul investasi pemerintah AS pada Maret sebesar US$456 juta (setara Rp6,57 triliun) untuk calon vaksin dari Johnson&Johnson.

Investasi vaksin juga dikucurkan untuk perusahaan lain, yaitu Moderna pada april dan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford pada Mei, dengan besaran masing-masing US$486 juta (Rp7 triliun) dan US$1,2 miliar (Rp17,3 triliun).

Perusahaan lainnya, Emergent Biosolutions juga mendapat US$628 juta (sekitar Rp9 triliun) untuk memperluas kapasitas produksi vaksin dan obat covid-19 yang potensial, di dalam negeri.

Vaksin aman dan efektif menjadi harapan untuk mengakhiri pandemi yang telah menjangkiti hampir 12 juta orang secara global, dengan tiga juga kasus terjadi di AS.

Vaksin Novanax akan bekerja bersamaan dengan adjuvan (material yang meningkatkan respon imun untuk membantu pertahanan tubuh melawan virus).

Saat ini, perusahaan tersebut memproduksi adjuvan di Swedia namun tengah membangun fasilitas produksi di AS. (OL-12)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya