Selasa 30 Juni 2020, 05:05 WIB

Sidang Kasus Tewasnya George Floyd akan Digelar Tahun Depan

Widhoroso | Internasional
Sidang Kasus Tewasnya George Floyd akan Digelar Tahun Depan

AFP/Facebook/Darnella Frazier
Derek Chauvin, polisi yang berlutut di leher George Floyd dan menyebabkan kematian pria berkulit hitam itu.

 

HAKIM di pengadilan Minneapolis, Amerika Serikat, Senin (29/6) waktu setempat menetapkan persidangan untuk empat mantan polisi yang didakwa dalam pembunuhan warga kulit hitam, George Floyd, akan digelar pada 8 Maret 2021. Keputusan tersebut ditetapkan karena hakim tidak ingin persidangan kasus yang sensitif ini dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti pemilihan presiden mendatang.

Ketika protes atas ketidakadilan rasial terus bergema di seluruh Amerika,, Hakim Wilayah Hennepin Peter Cahill memperingatkan keempat terdakwa, pengacara, dan para pejabat negara untuk tidak memainkan kasus ini melalui berita.

"Saya ingin melihat publisitas pra-persidangan tidak memuat pernyataan keluarga dari kedua pihak, polisi, atau pejabat terpilih tentang soal bersalah atau tidak bersalah atau manfaat dari kasus ini," katanya.

Derek Chauvin, polisi berkulit putih yang terekam pada 25 Mei 2020 menekankan lututnya ke leher Floyd, 46, yang diborgol itu selama hampir delapan menit sampai ia menjadi tidak responsif dan akhirnya meninggal dunia, menghadapi tuduhan pembunuhan tingkat kedua dan ketiga. Tiga orang lainnya yang saat itu bersama Chauvin dituduh membantu dan bersekongkol dengan pembunuhan.

Robert Paule, membela Tou Thao, salah satu dari tiga yang didakwa bersekongkol dengan pembunuhan, mengatakan kliennya akan mengaku tidak bersalah. Paule menyatakan kliennya beralasan ia mematuhi pedoman polisi tentang penggunaan kekuatan.

Tetapi Paule juga menyatakan keprihatinan atas komentar dan tindakan prasangka oleh pejabat negara dan nasional yang dapat mempengaruhi persidangan

Eric Nelson, pengacara untuk Chauvin, menyatakan kemungkinan dirinya akan meminta  hakim untuk memerintahkan orang yang terlibat untuk tetap diam. "Jika pernyataan publik seperti itu berlanjut, aku akan mencari perintah pembungkaman," kata Nelson. (AFP/R-1)

 

Baca Juga

 Adam TAYLOR / PRIME MINISTER OFFICE AUSTRALIA / AFP

Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19, Pfizer-BioNTech

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:31 WIB
Regulator kesehatan Australia merupakan salah satu yang pertama di dunia dalam menyelesaikan persetujuan secara komprehensif untuk vaksin...
AFP

Ribuan Warga Brasil Demo Minta Presiden Dimakzulkan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:46 WIB
RIBUAN warga Brasil turun ke jalan dengan mobil mereka untuk menuntut pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro atas penanganan pandemi covid-19...
Dok. Istimewa

ASN Kemenkum dan HAM Kalbar Diingatkan untuk Jaga Integritas

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:16 WIB
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, serta pada UPT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya