Senin 22 Juni 2020, 23:47 WIB

Inggris Uji Coba Tes Air Liur tanpa Usap

Antara | Internasional
Inggris Uji Coba Tes Air Liur tanpa Usap

AFP
Ilustrasi

 

Rangkaian pengujian Covid-19 mingguan dengan menggunakan tes air liur "tanpa usap (swab)" sedang diuji coba di Inggris selatan dan dapat menghasilkan cara yang lebih sederhana dan lebih cepat untuk mendeteksi penyebaran virus, kata pemerintah Inggris, Senin (22/6).

"Pengujian air liur berpotensi mempermudah orang-orang untuk melakukan tes virus corona di rumah, tanpa harus menggunakan swabs," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock.

"Uji coba ini juga akan membantu kita mengetahui apakah pengujian rutin di rumah dapat menemukan kasus virus lebih awal."

Tes tersebut tidak menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) standar, yang oleh ahli disebut dapat meloloskan kasus, akibat kesalahan dalam pengambilan sampel dari belakang tenggorokan menggunakan alat nasopharyngeal swab.

Sebuah teknik berbeda yang disebut sebagai RT-Lamp digunakan dalam percobaan tes liur yang menurut pemerintah terbukti sangat menjanjikan.

Program percontohan itu akan melibatkan validasi lebih jauh terkait teknik RT-Lamp terhadap usap PCR.

Lebih dari 14.000 dokter dan pekerja medis, selain pekerja esensial dan staf universitas dan rumah tangga mereka di kota Southampton akan berpartisipasi dalam percobaan yang menggunakan tes yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris Optigene, demikian pemerintah Inggris.

Alih-alih melakukan tes usap, yang membuat banyak orang tidak nyaman, partisipan akan memasukkan sampel liur ke dalam wadah. Hasil tes akan diterima dalam 48 jam, kata pemerintah Inggris.

Program percontohan itu akan diadakan bersama oleh Universitas Southampton dan layanan kesehatan negara, dan jaringan pelayanan publik di Hampshire yang lebih luas.

Pada bulan lalu, Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat menyetujui penggunaan tes usap di rumah untuk mendeteksi virus di Amerika Serikat.

Pemerintah Inggris mengatakan juga tengah menjajaki potensi tes virus corona lain yang berbasis liur tanpa usap dengan sejumlah perusahaan termasuk Chronomics, Avacta, MAP Science dan Oxford Nanoimaging.

Selain itu, Inggris juga bekerja dengan pemasok seperti DNA Genotek, International Scientific Supplies Ltd, Isohelix, serta produsen terdepan lainnya, untuk mengembangkan satu set alat pengumpul air liur yang dipesan lebih dahulu dan meningkatkan produksi untuk produk yang dapat digunakan dengan tes PCR yang telah ada.

Program percontohan akan berjalan selama empat pekan dan melakukan tes terhadap partisipan secara mingguan, kata pemerintah Inggris, dengan total 30.000 hingga 40.000 tes. (OL-12)

 

Baca Juga

Ant/Suwandy

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Bentrokan di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:55 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan Palestina mengatakan bahwa seorang remaja Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel pada Sabtu pagi dalam serangan...
MI/Palce Amalo

Rakyat Timor Leste Berharap Ramos Horta Penuhi Janji Kampanye

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:35 WIB
RAKYAT Timor Leste yakin Presiden Ramos Horta akan memenuhi janjinya menjadi presiden bagi seluruh warga, serta mampu membawa negara itu...
Johan ORDONEZ / AFP

Terlibat Korupsi, Dua Putra Mantan Presiden Panama Diadili di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:27 WIB
Luis Enrique dan Ricardo Martinelli divonis dituduh menerima suap sebesar $28 juta dari kelompok konstruksi tersebut, di mana $19 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya