Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan seluruh negara bahwa pandemi Covid-19 kini memasuki fase baru dan berbahaya.
Bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak seluruh negara dan warganya untuk tetap waspada di tengah kasus infeksi baru yang terus melonjak setiap harinya.
"Pandemi ini berakselerasi, Kemarin kami menerima laporan ada 150 ribu kasus baru dalam sehari, terbesar dalam penghitungan harian Covid-19 sejauh ini," kata Ghebreyesus dalam konferensi virtualnya dikutip dari AFP.
Baca juga : Kemenkes: Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia Mulai Juli
Ghebreyesus mengungkapkan, lebih dari setengah kasus baru terjadi di Benua Amerika. Peningkatan kasus yang signifikan juga dilaporkan terjadi di Asia Selatan dan Timur Tengah.
"Dunia kini dalam fase baru dan berbahaya. Banyak orang kini sudah lelah terus berada di rumah dan sejumlah negara juga mendesak untuk segera membuka perekonomian dan kehidupan sosialnya. Tapi virus ini menyebar dengan cepat. Virus ini masih mematikan dan kebanyakan orang pun menderita karenanya," ujar Ghebreyesus.
Sejak muncul pada akhir Desember lalu, virus SARS-CoV 2 penyebab Covid-19 kini sudah menginfeksi lebih dari 8,5 juta orang dan lebih dari 450 ribu orang meninggal akibat virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok itu. (AFP/OL-7)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved