Selasa 09 Juni 2020, 13:05 WIB

WHO: Penyebaran Korona Melalui Orang Tanpa Gejala Sangat Jarang

Nur Aivanni | Internasional
WHO: Penyebaran Korona Melalui Orang Tanpa Gejala Sangat Jarang

AFP
Markas WHO di Jenewa, Swiss

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Senin (8/6), mengatakan bahwa pasien virus korona tanpa gejala tidak mendorong penyebaran virus.

Beberapa orang, terutama yang muda dan sehat, yang terinfeksi oleh virus korona tidak pernah mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan. 

Sementara, yang lainnya mungkin tidak mengalami gejala sampai beberapa hari setelah mereka benar-benar terinfeksi.

Bukti awal dari wabah paling awal menunjukkan bahwa virus bisa menyebar dari kontak orang ke orang, bahkan jika pembawa tidak memiliki gejala. 

Akan tetapi, pejabat WHO sekarang mengatakan bahwa sementara penyebaran dari orang tanpa gejala bisa terjadi, itu bukan cara utama penyebarannya.

"Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang bahwa orang tanpa gejala benar-benar menularkan ke individu kedua. Itu sangat jarang," kata Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, seperti dikutip dari CNBC, Senin (8/6).

Maka itu, kata dia, pemerintah harus fokus mendeteksi dan mengisolasi orang yang terinfeksi dengan gejala dan melacak siapa saja yang melakukan kontak dengan mereka.

Dia mengakui bahwa beberapa penelitian menunjukkan penyebaran orang tanpa gejala di panti jompo dan di rumah tangga.

Baca juga: Riset Ungkap Cara Swiss, Jerman, Israel Aman Hadapi Covid-19

Menurut Van Kerkhove, dibutuhkan lebih banyak penelitian dan data untuk benar-benar menjawab pertanyaan apakah virus korona bisa menyebar secara luas melalui pembawa tanpa gejala.

"Kami memiliki sejumlah laporan dari negara-negara yang melakukan pelacakan kontak yang sangat rinci," katanya. "Mereka mengikuti kasus tanpa gejala. Mereka mengikuti kontak. Dan mereka tidak menemukan transmisi sekunder. Sangat jarang," ujarnya.

Jika penyebaran orang tanpa gejala terbukti tidak menjadi pendorong utama penularan virus korona, implikasi kebijakannya bisa luar biasa. Sebuah laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS yang diterbitkan pada 1 April menyebutkan bahwa potensi penularan dari orang tanpa gejala sebagai alasan pentingnya untuk menjaga jarak sosial.

"Temuan ini juga menunjukkan bahwa untuk mengendalikan pandemi, mungkin tidak cukup hanya orang dengan gejala untuk membatasi kontak mereka dengan orang lain karena orang tanpa gejala bisa menularkan infeksi," kata studi CDC tersebut.

"Yang benar-benar ingin kami fokuskan adalah mengikuti kasus dengan gejala. Jika kita benar-benar mengikuti semua kasus dengan gejala, mengisolasi kasus-kasus itu, mengikuti kontak dan mengkarantina kontak tersebut, kita akan secara drastis mengurangi wabah itu," tutur Van Kerkhove. (CNBC/A-2)

Baca Juga

Yasuyoshi CHIBA / AFP

Wilayah Industri Donbas Dihancurkan oleh Pasukan Rusia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 08:50 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis (19/5) mengatakan pasukan Rusia sudah "menghancurkan hingga rata" wilayah...
MI/Palce Amalo

Ramos-Horta Dilantik Jadi Presiden Timor Leste ke Lima

👤Palce Amalo 🕔Jumat 20 Mei 2022, 08:31 WIB
JOSE Ramos Horta resmi dilantik sebagai presiden ke-5 Timor Leste periode...
AFP/Mahmud Hams.

Israel tidak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Palestina-Amerika

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:02 WIB
Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer tentara Israel, yang dikenal dengan bahasa Ibraninya, Metzah, tidak berencana menyelidiki...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya