Rabu 06 Oktober 2021, 14:53 WIB

Kontingen DKI Positif Covid-19, KONI: Mereka OTG

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Kontingen DKI Positif Covid-19, KONI: Mereka OTG

Ilustrasi
Covid-19

 

LIMA atlet PON XX Papua dari kontingen DKI Jakarta positif covid-19. Menurut Koordinator Dokter Kontingen DKI Jakarta Junaidi saat ini seluruh atlet tersebut dalam kondisi sehat dan tanpa gejala.

"Semuanya sehat dan orang tanpa gejala atau OTG. Alhamdulillah sehat," ungkap Junaidi saat dikonfirmasi, Rabu (6/10).

Namun demikian, Junaidi justru mengkhawatirkan CT Value para atlet yang diketahui dari hasil tes PCR. Nilai CT mereka terpantau dalam angka yang sangat rendah. CT Value yang rendah dapat mengindikasikan virus yang ada dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar. Semakin rendah nilai CT, jumlah virus justru semakin tinggi.

"Iya angkanya belasan menurut info perawat di sana. Perawat bilangnya belasan. Saya nggak tahu pastinya. Saya masih mencari data pastinya," tuturnya.

Junaidi pun khawatir CT Value rendah tanpa adanya gejala ini bisa mengarah pada adanya varian baru covid-19 di Papua.

"Iya dugaan ke situ. Khawatir karena CT value rendah sekali. Tapi sekali lagi harus diperiksa," jelasnya.

Baca juga: Tiga Atlet DKI Jakarta di PON XX Papua Positif Covid-19

Untuk mengetahui adanya jenis varian baru, kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, harus melalui pemeriksaan Genome Sequencing. Selain itu, ada beberapa syarat untuk bisa menyebut virus yang menginfeksi adalah jenis varian baru.

"Untuk mengetahui jenis varian pada kriteria pada pasien tertentu yaitu orang yang sudah positif kemudian positif lagi. Orang yang sudah vaksin kemudian terinfeksi. Kemudian ada penularan yang cepat pada kelompok yang besar, memiliki riwayat perjalan dari luar negeri, kemudian usia anak-anak. Nah, itu sampelnya dikirim untuk pemeriksaan Genome Sequencing untuk mengetahui variannya. Kalau nanti memenuhi itu nanti kita kirim sampelnya," jelasnya.

Dwi menegaskan tak bisa buru-buru menduga adanya varian baru pada infeksi virus pada atlet PON. Menurut dia, CT value rendah pun bukan berarti adanya varian baru. CT value rendah bisa saja disebabkan adanya perbedaan pada standard baca alat uji sampel usap PCR.

"Selain itu CT value rendah bisa disebabkan karena saat pengambilan sampel, virus itu memang sedang dalam puncak masa inkubasi. Seperti kita tahu masa inkubasi ada 14 hari. Di awal CT value tentunya akan rendah karena mengindikasikan virus itu sudah menyebar. Kemudian semakin lama akan semakin tinggi karena mengindikasikan virus semakin tidak ada," ungkapnya.(OL-5)

Baca Juga

Dok Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

Perlu Bantuan Solusi dan Kreativitas Agar Para Pegiat Seni Bisa Bertahan di Masa Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 12:47 WIB
Potensi yang dimiliki para dalang muda sangat besar untuk mengembangkan kesenian agar bisa terus dinikmati masyarakat...
Dok AAMA

Diikuti 1.000 Peserta, Arman Armano Sukses Gelar AAMA 2021

👤Mediaindonedsia.com 🕔Senin 29 November 2021, 11:29 WIB
Setelah sempat terhenti di tahun 2020 karena pandemi Covid-19, ajang kompetisi makeup Arman Armano Makeup Awards (AAMA), akhirnya kembali...
 ANTARA/Basri Marzuki

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Tsunami melalui Sapa Desa Tangguh Bencana

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 29 November 2021, 10:30 WIB
Ada tiga cara dalam mengatasi bencana, yaitu jauhkan masyarakat dari bencana, jauhkan bencana dari masyarakat dan hidup berdampingan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya