Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA dengan populasi 1,3 miliar jiwa diprediksi akan menghadapi lonjakan kasus virus korona atau Covid-19 setelah pencabutan lockdown yang direncanakan besok atau Minggu (31/5). Bahkan pakar kesehatan mengatakan 50% dari populasi di India kemungkinan akan terinfeksi pada akhir Desember 2020.
Pernyataan yang mengejutkan tersebut disampaikan V Ravi, Ketua Neurovirologi dari National Institute of Mental Health & Neurosciences (NIMHANS), India, kepada New Indian Express. Tak hanya itu, Ravi juga mengatakan baha 90% dari mereka yang telah terinfeksi Covid-19 tidak menyadari mereka telah terinfeksi.
"Hanya 5%-10% kasus Covid-19 yang bisa dirawat dengan oksigen aliran tinggi dan hanya 5% yang memerlukan dukungan ventilator," tutur Ravi.
Ravi juga mengatakan pemerintah harus sepenuhnya menyiapkan infrastruktur kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Fasilitas kesehatan harus mempropritaskan bagi pasien Covid-19 yang akan membutuhkan perawatan dan perawatan medis intensif.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi memerintahkan Dewan Riset Medis India (ICMR) untuk menyarankan semua negara bagian memiliki setidaknya dua laboratorium pengujian Covid-19 di setiap distrik.
India sejauh ini telah mengkonfirmasi 165.386 kasus Covid-19. Universitas Johns Hopkins melaporkan kini korban meninggal akibat Covid-19 di India telah mencapai 4.711 orang.
Ravi mengatakan tingkat kematian akibat Covid-19 secara nasional di India berkisar antara 3% hingga 4%. Negara Bagian Gujarat mencatat tingkat kematian tertinggiyang mencapai 6%.
"Kami harus menunggu vaksin hingga Maret tahun depan," kata Ravi seperti dikutip New Indian Express. "Orang akan belajar hidup dengan COVID-19, dengan semua tindakan pencegahan dan pencegahan yang diperlukan," tambahnya. (AFP/New Indian Express/OL-09)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved