Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya menekan penyebaran pandemi virus korona, pemerintah Inggris berencana untuk memberlakukan wajib karantina selama 14 hari bagi para pendatang dari mancanegara.
Namun bersamaan pengumuman yang dikeluarkan Sabtu (9/5) tersebut, pemerintah Inggris tengah mendapat tekanan untuk melonggarkan lockdown.
Kini Inggris masih menghadapi peningkatan kasus virus korona atau Covid-19 dan angka kematian akibat Covid-19. Bahkan jumlah kematian akibat Covid-19 di Inggris telah menempati posis terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS). Sejak Maret 2020, Inggris telah menyerukan kepada masyarakat untuk menerapkan stay at home.
Sebagian besar pendatang asing yang masuk ke Inggris adalah mereka dari Irlandia. Mereka masuk ke Inggris melalui udara, laut, dan menggunakan kereta api. The Times melaporkan para pendatang dari Irlandia akan diwajibkan untuk melakukan karatina selama 14 hari.
The Times memberitakan bahwa aturan baru karatina juga akan dibarengi pemeriksaan kesehatan langsung dengan mendatangi tempat tinggal atau alamat para pendatang. Bagi mereka yang melakukan pelanggaran karantina akan dikenai denda 1.000 poudsterling atau US$1.200 (setara dengan Rp179 juta) atau dideportasi.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan mengumumkan pemberlakukan karantina tersebut besok atau Minggu (10/5).
Berdasarkan sumber pemerintahan Inggris dan maskapai penerbangan setempat, BBC melaporkan bahwa pemberlakukan karantina dua minggu direncanakan akan diajukan pada akhir Mei 2020
Menjelang pidato televisi Johnson akhir pekan ini, pemerintah telah memperingatkan untuk tidak mengubah pemberlakuan lockdown secara nasional dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19.
Di sisi lain, Wales memiliki rencana untuk membuka kembali pusat-pusat taman dan perpustakaan. Pejabat lain mengatakan pemberlakukan lockdown akan diperpanjang tiga pekan lagi.
Kini lebih dari 31 ribu orang yang positif virus korona telah meninggal di Inggris. Dengan besarnya jumlah korban meninggal, Boris Johnson didesak untuk tidak mengcabut penerapan lockdown secara nasonal dulu. (AFP/OL-09)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved