Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, tidak menampik pandemi covid-19 membawa dampak tertentu bagi perkembangan ekonomi dan sosial di Negeri Tirai Bambu.
Akibat pandemi, PDB Tiongkok pada triwulan I 2020 turun 6,8% dibandingkan periode serupa pada 2019. Selain itu, volume impor dan ekspor barang juga turun 6,4%.
“Akan tetapi, dampak ini bersifat jangka pendek, eksternal dan dapat dikendalikan. Seiring dengan tindakan pencegahan dan pengendalian Tiongkok yang semakin menunjukkan hasil. Pemulihan produksi dan kehidupan sehari-hari terus dipercepat,” ujar Xiao dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5).
Baca juga: Lawan Covid-19, Partai Politik Indonesia-Tiongkok Kuatkan Dialog
Xiao menyebut beberapa indikator ekonomi utama pada Maret ini menunjukkan secercah harapan. Misalnya, Indeks Manajer Pembelian (PMI) mencapai 52%, atau meningkat 16,3 poin dari periode Februari. Indeks Aktivitas Bisnis Non-Manufaktur juga meningkat ke 52,3%, atau naik 22,7 poin.
Adapun sumber pendorong ekonomi yang baru bahkan mencatat pertumbuhan. Nilai tambah industri strategis baru dan industri manufaktur berteknologi tinggi masing-masing meningkat 5,9% dan 9,0%. Stabilitas perkembangan ekonomi dan sosial terus dijaga.
Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk mengatasi dampak negatif pandemi, pemerintah Tiongkok mempertahankan prinsip kemajuan sambil memastikan stabilitas. “Menjaga kestabilan diprioritaskan dengan tujuan tidak terjadi penularan wabah lagi, ekonomi stabil, serta kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” pungkas Xiao.
Baca juga: Tiongkok Minta AS Setop Politisasi Covid-19
Pemerintah Tiongkok turut meningkatkan jaminan pada sejumlah bidang, yaitu lapangan kerja, keuangan, perdagangan luar negeri, investasi, kebutuhan pokok, aktivitas pasar, keamanan pangan dan energi, berikut stabilitas rantai suplai dan rantai industri.
Selain itu, pemerintah juga menaikkan rasio defisit, menerbitkan obligasi khusus untuk melawan covid-19 dan menambah penerbitan obligasi pemerintah daerah, serta membuat kebijakan fiskal. Langkah selanjutnya adalah pemotongan rasio cadangan wajib, penurunan suku bunga dan reloans dimanfaatkan untuk memastikan likuiditas yang wajar dan memadai.
Langkah lain, yaitu melepaskan potensi konsumsi dan investasi untuk memperluas permintaan domestik. Pemerintah Tiongkok akan meningkatkan konsumsi sipil, konsumsi umum dan pengeluaran di bidang infrastruktur tradisional, infrastruktur baru, industri strategis baru dan investasi swasta. Selanjutnya, untuk membantu pelaku usaha, khususnya berskala mikro dan kecil, pemerintah Tiongkok memotong pajak, serta menurunkan pembiayaan dan sewa rumah.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved