Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti menemukan virus korona baru (covid-19) tetap hidup dalam waktu lama di udara dalam ruang yang penuh sesak atau ruangan yang kurang ventilasi.
Artinya, penelitian baru ini mendukung gagasan covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel udara kecil yang dikenal sebagai aerosol.
Di dua rumah sakit di Wuhan, Tiongkok, para peneliti menemukan potongan-potongan materi genetik virus mengambang di udara toilet rumah sakit, ruang dalam ruangan yang menampung kerumunan besar, dan kamar-kamar tempat staf medis melepas alat pelindung.
Studi yang dipublikasikan, Senin (27/4), di jurnal Nature Research, tidak bertujuan untuk menentukan apakah partikel-partikel udara dapat menyebabkan infeksi.
Pertanyaan tentang seberapa mudah virus baru dapat menyebar di udara telah menjadi bahan perdebatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko itu terbatas pada keadaan tertentu, merujuk pada analisis lebih dari 75.000 kasus di Tiongkok di mana tidak ada penularan melalui udara yang dilaporkan.
Tetapi ketika virus menyebar di seluruh dunia dan infeksi melebihi 3 juta, para ilmuwan berusaha memahami dengan tepat bagaimana kontaminasi terjadi.
Orang menghasilkan dua jenis droplet ketika mereka bernapas, batuk atau berbicara. Yang lebih besar jatuh ke tanah sebelum menguap, menyebabkan kontaminasi sebagian besar melalui benda-benda tempat virus menetap. Sementara droplet lebih kecil--aerosol--bisa bertahan di udara selama berjam-jam.
Baca juga: Jerman Wajibkan Penggunaan Masker di Ruang Publik
Para peneliti, yang dipimpin oleh Ke Lan dari Universitas Wuhan, mendirikan apa yang disebut perangkap aerosol di dan sekitar dua rumah sakit di kota itu yang merupakan rumah bagi langkah pertama pandemi.
Mereka menemukan beberapa aerosol di ruang perawatan, supermarket, dan bangunan tempat tinggal. Banyak lagi yang terdeteksi di toilet dan dua daerah yang banyak orang lewati, termasuk ruang tertutup di dekat salah satu rumah sakit.
Terutama konsentrasi tinggi muncul di ruangan tempat staf medis melepas peralatan pelindung, yang mungkin menunjukkan partikel yang mencemari peralatan mereka menjadi mengudara lagi ketika masker, sarung tangan, dan jubah dilepas.
“Temuan ini menyoroti pentingnya ventilasi, membatasi keramaian, dan upaya sanitasi yang cermat,” kata para peneliti. (NST/A-2)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved