Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama, jatuh hingga posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Kondisi itu disebabkan kembalinya sentimen risiko ke pasar, menyusul data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan.
Kinerja ekspor Tiongkok periode Maret turun 6,6% dari setahun sebelumnya. Namun, capain itu lebih baik dibandingkan proyeksi penurunan hingga 14%. Di lain sisi, kinerja impor turun kurang dari 1% dan berbeda jauh dari prediksi kalangan ekonomi, yakni turun 9,5%.
Baca juga: The Fed Luncurkan Langkah Agresif, Dolar AS Melemah
“Dolar AS telah mempertahankan bias pelemahan moderat di tengah konteks posisi risk-on (pengambilan risiko). Pasar global kembali berpartisipasi penuh, setelah libur akhir pekan panjang di pusat keuangan Eropa dan Asia-Pasifik," bunyi analisis dari Action Economics.
Leih lanjut, analis itu mengatakan data perdagangan Tiongkok per Maret mendorong bullish untuk pasar saham Asia. Dalam hal ini, dengan menunjukkan perbaikan pada kinerja impor dan ekspor, setelah kejatuhan yang parah sepanjang Januari-Februari.
Sejumlah negara berencana membuka kembali pintu ekonomi mereka. Sehingga, mendorong investor untuk meninggalkan jaring pengaman dari dolar yang sangat likuid dan beralih ke mata uang lain.
Baca juga: Kasus Meninggal akibat Covid-19 di AS Lampaui 20 Ribu
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terpantau melemah 0,50% menjadi 98,90. Euro menguat 0,62% terhadap greenback menjadi 1,0981 dolar. Selain itu, pergerakan dolar juga melemah 0,52% terhadap yen Jepang menjadi 107,2 yen.
"Peningkatan yang berlangsung dalam sentimen risiko investor global. Itu dalam waktu dekat dikombinasikan dengan respons kebijakan agresif The Fed, yang mulai lebih membebani dolar AS," tutur Lee Hardman, analis mata uang dari MUFG.
Pekan lalu, The Fed meluncurkan stimulus US$ 2,3 triliun untuk mendukung pemerintah daerah, serta sektor usaha kecil dan menengah demi menjaga perekonomian AS agar tetap utuh di tengah pandemi covid-19.(Ant/OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved