Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Tiongkok Perketat Perbatasan Darat untuk Bendung Covid-19

Haufan Hasyim Salengke
10/4/2020 15:38
Tiongkok Perketat Perbatasan Darat untuk Bendung Covid-19
Tiongkok tekan penyebaran covid-19(AFP)

TIONGKOK, Jumat (10/4), melaporkan penurunan dalam kasus covid-19 baru, khususnya infeksi impor dan tanpa gejala yang dikhawatirkan pihak berwenang dapat membuat gelombang kedua infeksi saat lockdown kota dan pembatasan perjalanan dicabut.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan 42 kasus baru dilaporkan di Tiongkok daratan pada Kamis, dibandingkan dengan 63 kasus sehari sebelumnya, sehingga total infeksi mencapai 81.907 kasus. Korban meninggal bertambah satu orang menjadi 3.336 jiwa.

Komisi mengatakan 38 pasien baru adalah kasus impor, turun dari 61 hari sebelumnya, dan ada 47 kasus asimptomatik baru dibandingkan dengan 61 sehari sebelumnya.

Pembatasan perjalanan dan transit yang diberlakukan sejak Januari telah membantu menurunkan jumlah infeksi baru secara tajam dari puncak epidemi pada Februari.

Namun para pembuat kebijakan khawatir gelombang kedua dipicu oleh orang-orang yang memasuki negara itu dari luar negeri atau pasien tanpa gejala yang menular tetapi tidak menunjukkan gejala.

Provinsi Heilongjiang di timur laut telah melaporkan lonjakan kasus baru baru-baru ini saat para warga negara Tiongkok memasuki provinsi itu dari Rusia, negara telah terjadi lonjakan kasus virus korona baru.

Pertemuan pemerintah pusat yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang menyimpulkan, Kamis, Beijing akan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mencegah penyebaran virus dari perbatasan darat dan memperluas pengujian.

Virus korona baru, yang pertama kali muncul di Kota Wuhan di Tiongkok pada akhir 2019, telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan menginfeksi lebih dari 1,4 juta orang, menewaskan lebih dari 87.700 orang.

Pandemi ini telah mendatangkan malapetaka pada ekonomi global akibat pemerintah memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) untuk mengendalikan penyebaran virus. (CNA/OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya