Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
VRENG, mahasiswi asal Kota Bogor, Jawa Barat, yang sedang menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi swasta di Azerbaijan. Saat ini dia tengah menyusun tesis untuk gelar Master of Business Administration (MBA) di Kota Baku, Azerbaijan.
Dia bersekolah bermodal beasiswa sebagian. Apalagi, dia mengaku termasuk mahasiswa yang dalam kategori kurang mampu dalam segi ekonomi.
Semenjak pandemi virus korona (covid-19), Vreng dibayang-bayangi satu kecemasan. Apakah dirinya mampu bertahan menjalani masa karantina dengan kondisi keuangannya? Terlebih lagi, belum tahu kapan musibah korona ini berakhir.
Penutupan di Baku, Azerbaijan dimulai sejak 30 Maret hingga 20 April. Itu pun masih melihat perkrmbangan situasi dan kondisi. Sehingga, warga sama sekali tidak boleh ke luar kediaman. Seluruh toko, pasar, tempat makan, termasuk toko swalayan juga tidak melayani warga selain yang berbelanja secara daring.
"Itu lama loh. Kita-kita tidak punya penghasilan," ujarnya.
Baca juga: Ini Cerita Mahasiswi Soal Kontak dengan Bima Arya di Azerbaijan
Belum lagi, ada beragam persoalan yang terjadi. Seperti, dirinya sudah kesulitan untuk mengambil sisa uang di bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Pasalnya, setelah berkeliling di empat ATM, seluruh mesinnya tidak berisi uang lagi.
"Saya sudah enggak ada duit, sebab sisa 5 dolar saja enggak bisa diambil. ATM-nya kosong, uangnya selalu habis. Kalau begini kan saya enggak punya duit untuk beli makanan," bebernya.
Teman-temannya yang biasa bisa bekerja part time, sekarang kehilangan penghasilan.
Bagi mahasiswa magister berprestasi, pemerintah Azerbaijan memberikan tambahan 150 manat per bulan. Sedangkan biaya hidup di sana bisa 300 atau 350 manat dengan kondisi hemat.
"Itu paling ngirit ya. Sebetulnya biaya hidup yang cukup itu 400 manat per bulan. Saya tidak dapat uang tambahan itu," ungkapnya.
Baca juga: WNI di Azerbaijan Mengeluh Gejala Covid-19 Pascawawancarai Bima
Sebelum pandemi covid-19, nilai tukar 1 manat berkisar Rp8.250. Saat ini 1 manat menjadi Rp9.690.
"Sekarang 1 manat Rp9.690,50. Naik drastis. Kalau nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di sini stabil tidak ada perubahan tehadap manat," katanya.
Uang 300 manat tersebut, lanjutnya, digunakan untuk biaya atau bayar sewa kamar asrama, transportasi metro dan bus card, serta kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk makan.
Vreng sendiri saat ini mengaku menyewa kamar asrama paling murah dengan kondisi sempit. Per bulannya dia membayar 153 manat.
Fasilitas kamar hanya internet, tisu toilet, dan mesin cuci. Satu kamar biasa diisi antara 2 hingga 4 orang.
Vreng tidak bisa menutupi kecemasan untuk bertahan hidup. Karena biaya untuk hidupnya murni dari sisa tabungan hasil bekerja sebelum karantina di Azerbaijan. Dia juga tidak bisa mengandalkan kiriman dari orangtuanya di Bogor, karena kondisi mereka sedang sakit.
"Saya tidak dapat kiriman. Saya berusaha sendiri. Terakhir saya mengajar bahasa Inggris, satu bulan gaji 200 manat. Tapi sekarang tidak ada pemasukan, pakai tabungan pribadi sisa hasil kerja dulu. Tidak berani banyak-banyak minta orangtua soalnya dua-duanya sakit. Ayah saya mau operasi jantung," ceritanya.
Sehingga, dia pun mulai mengurangi jatah makan untuk bertahan hidup. Seperti, bila dia biasa mengonsumsi makanan superirit di asramanya yang senilai 4 manat, kini dia membeli makanan versi sangat irit seharga 1 manat.
"Saya dikasih sama orang kantin asrama 1 atau 2 manat. Kalau dulu dengan harga isi menunya roti, kentang dan ayam. Tapi sekarang enggak dapat itu, karena bahan-bahannya juga naik," ungkapnya.
Baca juga: Pegawai Bima Arya yang Ikut ke Azerbaijan Juga Positif Covid-19
Di sisi lain, Indonesia juga telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Walhasil, dirinya tidak bisa mudik.
"Mau mudik duit dari mana? Enggaklah. Kita stay. Yang jadi masalah ini kan saya harusnya tahun ini selesai. Kalau korona enggak beres-beres, saya tinggal d sini jadi buang-buang duit. Kita khawatir dong kelulusan mundur. Terus nanti bagaimana biaya hidup selanjutnya. Tapi ya bersyukur saja, semoga ada jalan keluar. Ini wabah cepat kelar," pungkasnya. (X-15)
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved