Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyebut virus korona Covid-19 sebagai pandemi. Hal itu menyusul terus menyebarnya virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok itu.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, ini merupakan pandemi pertama yang disebabkan oleh virus korona, keluarga virus yang sebelumnya juga menyebabkan merebaknya wabah SARS dan MERS.
Saat diumumkan sebagai pandemi, virus korona telah menginfeksi 124.660 orang di lebih dari 100 negara di dunia dan menyebabkan 4.585 kematian. Sebanyak 67.050 orang telah dinyatakan sembuh dari virus yang diduga berasal dari Pasar Ikan Huanan di Wuhan itu.
"Covid-19 sekarang sudah bisa dikarakteristikan sebagai pandemi. Virus korona sebelumnya belum pernah mencapai level pandemi," kata Tedros dalam konfeerensi persnya di markas WHO, Kamis (12/3) dini hari WIB, seperti dikutip dari AFP.
Tedros menegaskan, penyebaran virus korona yang masif menjadi alarm bagi negara-negara di dunia yang lamban dalam menanganinya.
Pandemi adalah penyakit yang menyebar di banyak negara di seluruh dunia secara bersamaan.
Baca juga : Korban Virus Korona Italia Melonjak
Namun Tedros mengatakan dengan menyebut wabah pandemi tidak berarti WHO mengubah sarannya tentang apa yang harus dilakukan oleh negara.
Dia meminta pemerintah untuk menangkal wabah dengan mengambil tindakan mendesak dan agresif.
"Beberapa negara telah menunjukkan virus ini dapat ditekan dan dikendalikan," kata mantan menteri Luar Negeri Ehiopia itu.
"Tantangan bagi banyak negara yang sekarang berurusan dengan kelompok besar atau transmisi masyarakat bukanlah apakah mereka dapat melakukan hal yang sama, melainkan apakah mereka mau," imbuhnya.
Menurutnya pemerintah di dunia harus mencapai keseimbangan yang baik antara melindungi kesehatan, meminimalkan gangguan, dan menghormati kehidupan manusia.
"Kita melakukannya secara bersama, melakukan hal yang benar dengan tenang dan melindungi warga dunia. Itu bisa dilakukan," tandas Tedros. (BBC/AFP/OL-7)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved