Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MIGRANT Care mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia mengevakuasi seluruh WNI yang ada di Wuhan, Tiongkok. Langkah tersebut dinilai tepat sebagai tindakan darurat agar WNI di sana tidak terpapar virus korona.
"Kita tentu apresiasi atas langkah ini. Tinggal sekarang yang harus dipastikan adalah akurasi data WNI yang ada di Wuhan sehingga tidak ada yang tercecer atau tertinggal," kata Direktur Migrant Care Wahyu Susilo dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (31/1).
Selain itu, lanjut Wahyu, pemerintah juga harus memastikan secara khusus pekerja migran yang ada di sana agar hak-hak mereka sudah dipenuhi.
Baca juga: Warga Prancis Dievakuasi dari Wuhan
"Bahwa jika ada WNI di Wuhan yang berstatus sebagai pekerja migran juga harus dipastikan hak mereka sudah dipenuhi sebagai pekerja," kata Wahyu.
Dalam kesempatan ini, Migrant Care juga menyerukan agar tidak ada stigma negatif terhadap WNI (terutama pekerja migran) sebagai pembawa virus korona.
"Kita ingat kasus-kasus dulu soal SARS, mereka banyak yang dapat stigma itu. Sekarang korona tentu saja stigma yang sama tidak boleh terjadi lagi. Sambil kita berharap agar langkah-langkah pencegahan harus tetap dalam koridor perlindungan hak asasi manusia," pungkas Wahyu.
Sebelumnya, Pemerintah memutuskan mengevakuasi WNI yang berada di Wuhan dan beberapa daerah lain di Provinsi Hubei, Tiongkok.
Keputusan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Pangkalan Utama TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/1). (OL-1)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS memicu krisis geopolitik. DPR RI menegaskan keselamatan WNI di Venezuela harus jadi prioritas utama.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved