Jumat 24 Januari 2020, 15:21 WIB

Tiongkok Bangun Rumah Sakit Khusus Pasien Virus dalam Sepekan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tiongkok Bangun Rumah Sakit Khusus Pasien Virus dalam Sepekan

Hector Retamal/AFP
Seorang pengendara menggunakan masker dan melewati Wuhan Fifth Hospital di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok.

 

PEMERINTAH Tiongkok akan membangun rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur dalam waktu kurang dari seminggu untuk merawat pasien virus di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Kota Wuhan kini popular dan dikenal sebagai sumber penyebaran virus korona baru yang diyakini muncul sejak akhir tahun lalu.

Rumah sakit baru sedang dibangun di sekitar kompleks liburan yang semula diperuntukkan bagi pekerja lokal, terletak di taman di tepi danau di pinggiran Kota Wuhan, lapor Changjiang Daily, Jumat (24/1).

"Bangunan yang memiliki 1.000 tempat tidur itu dipersiapkan," kata laporan itu.

Mesin-mesin bangunan, termasuk 35 penggali dan 10 buldoser, tiba di lokasi pada Kamis malam, dengan tujuan untuk menyiapkan fasilitas baru pada Senin, surat kabar itu menambahkan.

Baca juga : Virus Korona Baru dari Wuhan Telah Menewaskan 25 Orang

"Pembangunan proyek ini adalah untuk mengatasi kekurangan sumber daya medis yang ada," kata laporan itu. "Karena akan menjadi bangunan prafabrikasi, itu tidak hanya akan dibangun dengan cepat tetapi juga tidak akan memakan biaya banyak."

Rumah sakit ini bertujuan untuk meniru pengalaman Beijing pada 2003, ketika kota itu berjuang melawan SARS. Sebanyak 774 orang meninggal dalam epidemi SARS, yang mencapai hampir 30 negara.

Pada saat itu, Beijing membangun Rumah Sakit Xiaotangshan di pinggiran utara hanya dalam waktu seminggu. Dalam waktu dua bulan, fasilitas itu merawat seperlima dari semua pasien SARS di negara itu, kata Changjiang Daily.

"Rumah sakit itu menciptakan keajaiban dalam sejarah ilmu kedokteran," tambah surat kabar tersebutn

Rumah sakit Beijing, dibangun dengan mengerahkan 7.000 pekerja, pada awalnya dirancang hanya untuk merawat orang yang dalam pemulihan dari SARS untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit lain.

Pada akhirnya rumah sakit tersebut mengobati hampir 700 pasien SARS. (Channel News Asia/Hym/OL-09)

Baca Juga

 AFP/Said Khatib

Sudan Akhirnya Akui Kunjungan Delegasi Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 02:30 WIB
Sudan pada Oktober menjadi negara Arab ketiga dalam beberapa bulan yang mengumumkan kesepakatan normalisasi dengan Israel, setelah Uni...
AFP/Khamenei.IR

Kelompok Palestina Tuding Israel dan AS Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 02:15 WIB
Hamas menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada rakyat Iran dan pemimpinnya atas kesyahidan ilmuwan nuklir...
 AFP/Atta Kenare

Ilmuwan Nuklir Iran Tewas karena Operasi Jenis Baru dan Kompleks

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 01:35 WIB
Tanpa mengutip sumber, Fars sendiri mengklaim bahwa penyerangan itu dilakukan dengan bantuan senapan mesin otomatis yang dikendalikan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya