Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengusir 21 kadet militer Arab Saudi setelah salah satu rekan mereka melakukan penembakan massal di sebuah pangkalan udara AS bulan lalu.
Mereka dipulangkan meski tidak terbukti mendukung pelaku penembakan, seorang letnan berusia 21 tahun dari Angkatan Udara Saudi.
Namun, Jaksa Agung AS William Barr mengatakan 21 kadet itu ternyata memiliki beberapa material ekstremis dan juga sejumlah foto tidak senonoh anak-anak.
Penembakan massal di pangkalan Navai Air Station Pensacola pada 6 Desember tahun lalu menewaskan tiga pelaut AS dan melukai delapan lainnya. Program pelatihan bagi kadet militer Saudi di AS pun dihentukan usai penembakan.
Baca juga: Iran Sepakat Kurangi Ketegangan dengan AS
Barr menyebut adanya laporan yang mengatakan beberapa kadet Saudi merekam penembakan di Pensacola tidak benar. Barr menegaskan pelaku berada di lokasi penembakan seorang diri.
Dalam sebuah konferensi pers di Washington, Senin (13/1), Barr melabeli penembakan di Pensacola sebagai aksi terorisme.
Ia mengaku telah meminta perusahaan Apple membuka dua telepon genggam iPhone milik pelaku.
Pelaku, yang telah ditembak mati polisi berusaha merusak salah satu iPhone dengan menembakkan peluru. Namun, Barr mengatakan Biro Investigasi Federal (FBI) berhasil memperbaikinya.
"Sejauh ini, Apple belum memberikan bantuan secara substantif," kata Barr, dikutip dari BBC, Selasa (14/1).
Menurut laporan New York Times, Apple telah memberikan data iCloud pelaku penembakan kepada FBI namun menolak membuka iPhone. Apple menyebut, membuka iPhone akan merusak perangkat lunak enkripsi mereka.
Apple dan FBI sebelumnya pernah berseteru mengenai iPhone milik pelaku teror.
Pada 2016, perseteruan berakhir usai FBI menemukan cara untuk membuka sebuah iPhone milik pelaku penembakan massal tanpa bantuan Apple. (OL-2)
Fokus utama kampanye ini adalah membuka akses bagi wisatawan, termasuk dari Indonesia, untuk menjelajahi sisi paling ikonik dari Arab Saudi.
HARI ini, Minggu, (8/2) yang bertepatan dengan 20 Syaban 1447 H, pemerintah Arab Saudi resmi mulai menerbitkan visa haji 2026 atau 1447 Hijriah.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Presiden Trump umumkan deeskalasi di Minneapolis pasca penembakan fatal warga sipil oleh agen federal.
Terjadi penembakan di Arivaca, Arizona melibatkan agen Patroli Perbatasan AS. FBI dan Sheriff Pima selidiki penggunaan kekuatan setelah satu korban dinyatakan kritis.
Investigasi atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis mengungkap perbedaan tajam antara klaim pemerintah dan rekaman video. Keluarga korban sebut narasi pemerintah sebagai "kebohongan".
NRA dan kelompok lobi senjata AS menuntut transparansi dalam kasus penembakan perawat Alex Pretti di Minneapolis. Ada perbedaan versi antara saksi dan pemerintah.
Kesaksian baru mengungkap detik-detik penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Otoritas Minnesota gugat pemerintahan Trump atas dugaan penghilangan barang bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved