Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT hubungan internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyayangkan pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengenai klaim sepihak Tiongkok atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara. Menurutnya, masalah Natuna bukan sesuatu yang seharusnya diselesaikan di meja perundingan.
Hikmahanto merespons pernyataan Prabowo yang berbunyi, "Kita tentunya begini. Kita masing-masing ada sikap. Kita harus mencari satu solusi baik di ujungnya. Saya kira ada solusi baik."
"Pernyataan tersebut patut disayangkan karena menjadi pertanyaan solusi baik apa yang diharapkan? Masalah Natuna tidak seharusnya diselesaikan di meja perundingan, mengingat Tiongkok tidak mengakui ZEE Natuna Utara," ujar Hikmahanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/1).
Baca juga: Prabowo: Isu Natuna dengan Tiongkok Diselesaikan Secara Baik-baik
Tiongkok mengklaim perairan sekitar Natuna adalah wilayah tradisional penangkapan ikan mereka. Kementerian Luar Negeri RI telah memprotes klaim tersebut, dengan menegaskan kedaulatan RI di Natuna memiliki landasan hukum, yakni Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Kamis (2/1), Penjaga Pantai Tiongkok mengawal beberapa kapal nelayan 'Negeri Tirai Bambu' di Laut Natuna Utara. Pelanggaran tersebut kemudian direspons KRI Tjiptadi-381 dan KRI lainnya, yang mencegat kapal Penjaga Pantai Tiongkok dan menggiringnya keluar dari wilayah Natuna.
"Langkah nyata yang perlu dilakukan pemerintah adalah meningkatkan patroli di Natuna Utara dan melakukan penegakan hukum bila ada nelayan asing, termasuk asal Tiongkok, yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal," sebut Hikmahanto.
Ia menambahkan, wilayah laut yang diklaim Indonesia adalah wilayah hak berdaulat (sovereign right) bukan wilayah kedaulatan (sovereignty) Indonesia.
Dalam konteks demikian, pengerahan kekuatan TNI tidak dapat dilakukan di ZEE. Otoritas yang wajib dikerahkan adalah otoritas yang melakukan penegakan hukum. Di Indonesia otoritas tersebut adalah Bakamla, KKP, dan TNI-AL.
"Atas dasar ini solusi dalam bentuk perundingan dalam isu Natuna Utara sebagaimana yang disampaikan Menhan tidak memiliki dasar disamping memang tidak diperlukan," pungkas Hikmahanto. (OL-2)
Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
BANJIR bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Babakan Madang pada Rabu (11/2) sore diduga kuat dipicu oleh gundulnya hutan di hulu sehingga fungsi resapan hilang.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
Pemerintah berhasil merampungkan pembangunan 5.500 unit rumah hunian, di mana 1.500 unit di antaranya selesai pada bulan pertama.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
SINAR Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka Inggris.
Selain menyediakan sumur bor untuk kebutuhan harian, pemerintah juga memasang mesin penjernih air berteknologi RO.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemwnhan) bergerak cepat menangani krisis air bersih di lokasi bencana Sumatra Utara.
Empat Unit Kendaraan Operasional Diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Guna Percepatan Bantuan di Wilayah Terdampak Bencana.
Mabes TNI menyerahkan sepenuhnya keputusan pembelian jet tempur J-10 buatan China kepada Kementerian Pertahanan.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan lomba baris-berbaris bertajuk Bela Negara Cup.
Presiden menekankan kekuatan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga kunci untuk melindungi kekayaan alam bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved