Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Atasi Krisis Air di Pengungsian Sumut, Kemhan-TNI Pasang Alat Penjernih Air

Rahmatul Fajri
27/12/2025 11:43
Atasi Krisis Air di Pengungsian Sumut, Kemhan-TNI Pasang Alat Penjernih Air
Anggota TNI memasang peralatan air bersih untuk warga korban banjir.(Kemenhan)

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemwnhan) bergerak cepat menangani krisis air bersih di lokasi bencana Sumatra Utara. Universitas Pertahanan (Unhan) RI bersama TNI memasang mesin penjernih air berteknologi tinggi di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, guna menjamin akses air bersih layak konsumsi bagi para pengungsi.

Langkah ini merupakan bagian dari aksi Satuan Tugas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air yang dibentuk khusus untuk merespons bencana di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unhan, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang tangguh namun tetap mudah dioperasikan di lokasi bencana.

“Sistem penjernihan ini memanfaatkan tabung filtrasi fiber reinforced plastic (FRP) dengan media penyaring berlapis, mulai dari manganese ferrolit untuk mengurangi logam hingga karbon aktif untuk menyerap zat pencemar organik,” ujar Marcus melalui keterangannya, Sabtu (27/12).

Bantuan ini tidak hanya menghasilkan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), tetapi juga air yang aman untuk langsung diminum. Setelah melalui proses filtrasi awal, air diproses dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) dan penyinaran Ultraviolet (UV) untuk membunuh virus serta bakteri.

Keunggulan utama teknologi besutan Unhan RI ini terletak pada efisiensi biaya serta kemampuannya menghasilkan debit air besar dalam waktu singkat, sehingga kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kiriman air kemasan dari luar daerah.

Kepala Desa Batu Hula menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan ini. Pasalnya, ketersediaan air bersih menjadi kendala utama sejak banjir melanda wilayah mereka. Saat ini, terdapat sekitar 1.700 jiwa yang bertahan di posko pengungsian desa tersebut.

“Terima kasih kepada Kemhan dan TNI atas fasilitas mesin ini. Airnya sudah berfungsi dan bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi 1.700 pengungsi di desa kami,” ungkapnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik