Rabu 07 Agustus 2019, 19:15 WIB

Pemerintah Filipina Tetapkan Darurat Nasional Wabah DBD

Ihfa Firdausya | Internasional
Pemerintah Filipina Tetapkan Darurat Nasional Wabah DBD

AFP
Seorang anak bereaksi selama Respon Vaksinasi di Filipina

 

PEMERINTAH Filipina pada Rabu (7/8) menyatakan darurat nasional untuk wabah demam berdarah yang menyebabkan ratusan orang meninggal. Negara itu telah mencatat 146.062 kasus demam berdarah dari Januari hingga 20 Juli tahun ini, naik 98% dari periode yang sama pada 2018, menurut keterangan departemen kesehatan.

Wabah ini telah merenggut nyawa 622 orang. Kelompok yang paling parah terkena dampaknya adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Wabah demam berdarah di Filipina terjadi setelah Februari lalu pemerintah melarang penjualan dan distribusi vaksin Dengvaxia secara nasional. Vaksin tersebut dibuat oleh perusahaan farmasi Prancis, Sanofi Pateur. Perusahaan itu telah menjadi pusat skandal di Filipina pada akhir 2017 dan 2018. Saat itu, puluhan anak-anak yang diberikan vaksin sebagai program imunisasi nasional meninggal.

Pemerintah lantas menghentikan semua program vaksinasi demam berdarah tahun lalu dan membuat penyelidikan terhadap Dengvaxia. Food and Drug Administration (FDA) telah menunjukkan bahwa Sanofi Pateur “sama sekali mengabaikan peraturan pemerintah".

Kepanikan nasional dan meluasnya ketidakpercayaan terhadap vaksinasi akibat skandal Dengvaxia membuat angka imunisasi baik untuk demam berdarah maupun campak merosot di Filipina.

Untuk memerangi wabah demam berdarah, departemen kesehatan melakukan kampanye untuk fokus menemukan dan menghancurkan tempat-tempat pengembangbiakan nyamuk. Pemerintah juga mengeluarkan pedoman bagi masyarakat untuk menggunakan pembasmi serangga dan memakai pakaian tertutup.


Baca juga: Inggris Ingin Mempercepat Perjanjian Dagang dengan AS


Sementara itu, Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan pemerintah sedang mempelajari permohonan untuk memungkinkan Dengvaxia kembali ke pasar Filipina. Namun, penggunaan obat itu tidak untuk memerangi wabah yang sedang berlangsung dan telah menghantam anak-anak.

“Vaksin ini tidak secara langsung ditujukan kepada kelompok yang paling rentan, yaitu usia 5-9 tahun,” kata Duque.

Vaksin ini disetujui untuk digunakan bagi mereka yang berusia sembilan tahun ke atas. Duque mengatakan WHO memperingatkan Manila bahwa vaksin itu tidak direkomendasikan sebagai respon terhadap wabah.

Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan ditemukan di negara-negara tropis di seluruh dunia. Ia dapat menyebabkan perdarahan dan kegagalan organ pada kasus yang parah. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit tersebut.

Tahun ini, negara-negara Asia Tenggara telah melaporkan lonjakan kasus demam berdarah, menurut keterangan WHO. Organisasi itu mengatakan Malaysia telah mendaftarkan 62.421 kasus hingga 29 Juni, termasuk 93 kematian.

Vietnam pada periode yang sama memiliki 81.132 kasus dengan empat kematian. Di Asia Selatan, Bangladesh menghadapi wabah demam berdarah terburuk dan membuat sistem medis negara itu sudah sangat kewalahan. (Guardian/OL-1)

Baca Juga

AFP/EDUARDO MUNOZ

Penikam Rushdie Simpatisan Iran

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 12:45 WIB
Matar menikam Rushdie tepat di leher dan dadanya pada Jumat...
AHMAD GHARABLI / AFP

Delapan Warga Israel Jadi Sasaran Penembakan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 11:47 WIB
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah bus di dekat Kota Tua Yerusalem pada Minggu (14/8), yang melukai delapan warga...
Andrey BORODULIN / AFP

Ukraina Siap Rebut Kembali PLTN Zaporizhia dari Tangan Militer Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 11:39 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menuduh bahwa Rusia menggunakan PLTN itu sebagai perisai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya