Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

ASEAN akan Bahas Perang Dagang

Mediaindonesia
21/6/2019 05:00
 ASEAN akan Bahas Perang Dagang
President Donald Trump (L) shakes hand with China's President Xi Jinping(AFP)

PARA pemimpin Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN akan membahas dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Bangkok, Thailand, akhir pekan ini.

Perselisihan di Laut China Selatan dan tindakan Myanmar terhadap kelompok etnik Rohingya juga akan dibahas dalam pertemuan selama dua hari tersebut.

Perang dagang antara dua ekonomi raksasa global itu telah mendorong sejumlah produsen besar angkat kaki dari Tiongkok ke Asia Tenggara. Hal itu menimbulkan kekhawatiran atas masa depan perdagangan bebas.

"Salah satu penerima manfaat terbesar (dari perang dagang AS-Tiongkok) ialah ASEAN," pungkas Drew Thompson, peneliti Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew di Singapura. Pernyataannya menyoroti keuntungan yang diperoleh negara-negara industri berbiaya rendah di Asia.

Sejumlah perusahaan termasuk Brooks Running Company dan Haier, misalnya, mulai memindahkan basis produksi di Tiongkok ke pasar yang berbiaya rendah, seperti Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Dengan konflik yang semakin sengit, Beijing mengintensifkan upaya untuk mendorong pakta perdagangan berskala besar yang menyasar Asia Tenggara.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) nantinya mencakup seluruh anggota ASEAN ditambah dengan India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Lingkaran itu menghubungkan sekitar setengah populasi dunia dan dinilai Tiongkok sebagai cara untuk merancang arsitektur perdagangan Asia-Pasifik. Apalagi, AS telah mundur dari kawasan tersebut. Tak lama setelah terpilih sebagai presiden, Trump menarik AS dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang digadang-gadang menjadi kesepakatan perdagangan terbesar di dunia.

Para pendukung berharap kesepakatan RCEP dapat ditandatangani akhir tahun ini. Akan tetapi, negosiasi menjadi alot ketika Australia dan Selandia Baru mendorong perlindungan lingkungan dan tenaga kerja 'berkualitas tinggi'.

Sementara itu, India berupaya mencari jaminan bahwa kesepakatan itu tidak akan memaksa pasarnya terbuka bagi komoditas bebas tarif dari saingan ekonomi utamanya, Tiongkok, melalui pasar Asia Tenggara. New Delhi digambarkan sebagai penentang terhadap kesepakatan perdagangan bebas.

Jika tidak tercapai kesepakatan ekonomi dalam pertemuan Bangkok, pengamat khawatir keuntungan jangka pendek ASEAN dari perang dagang AS-Tiongkok akan dimusnahkan oleh penurunan tingkat pertumbuhan global. (AFP/Tes/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik