Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA membantah memberitahu Amerika Serikat (AS) bahwa mereka menarik warganya dari Venezuela.
"Ini tampaknya merupakan rujukan tidak langsung ke beberapa sumber informasi di surat kabar, karena tidak ada pesan resmi dari pihak Rusia mengenai hal tersebut, dan tidak mungkin ada," ucap juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov kepada awak media, dilansir dari AFP, Selasa, 4 Juni 2019.
Dia mengonfirmasi bahwa spesialis militer Rusia bahkan masih di Venezuela. Moskow dan Caracas bekerja sama untuk memasok peralatan militer."Proses ini berjalan sesuai rencana. Apa yang dimaksud dengan 'memindahkan orang-orang', kita tidak tahu," imbuh dia.
Pada Senin kemarin, Presiden AS Donald Trump bercuit di Twitter mengenai informasi bahwa Rusia memulangkan sebagian besar warganya dari Venezuela. "Rusia memberitahu kami bahwa mereka telah memindahkan sebagian besar orang-orang mereka dari Venezuela," kata Trump.
Ketegangan AS dan Rusia semakin tinggi selama konflik Venezuela terjadi. Washington berusaha menggulingkan presiden sosialis, Nicolas Maduro yang didukung Rusia.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved