Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Klaim Pemerintah AS Soal Penembakan 'Anggota Geng' di Oregon Terbukti Palsu

Thalatie K Yani
03/2/2026 09:31
Klaim Pemerintah AS Soal Penembakan 'Anggota Geng' di Oregon Terbukti Palsu
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.(Fox News)

NARASI yang dibangun Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat terkait penembakan dua imigran asal Venezuela oleh agen patroli perbatasan di Oregon, Januari lalu, kini mulai runtuh. Bukti-bukti di pengadilan justru mengungkap kontradiksi tajam terhadap pernyataan awal pemerintah.

Pada 8 Januari 2025, DHS mengeklaim agen mereka melakukan penghentian kendaraan yang "ditargetkan" terhadap dua anggota geng kriminal lintas negara, Tren de Aragua. Pemerintah menyebut pengemudi, Luis Niño-Moncada, 33, mencoba menabrak petugas, sementara penumpangnya, Yorlenys Zambrano-Contreras, 32, disebut terlibat dalam aksi penembakan tahun lalu.

Namun, dokumen pengadilan yang diperoleh The Guardian mengungkap fakta sebaliknya. Jaksa Departemen Kehakiman (DoJ) justru menarik kembali tuduhan tersebut di hadapan hakim.

"Kami tidak menyatakan bahwa [Niño-Moncada] adalah anggota geng," ujar Jaksa Thomas Edmonds dalam persidangan.

Korban Kekerasan yang Difitnah

Klaim DHS bahwa Zambrano-Contreras terlibat dalam penembakan di Portland tahun lalu juga terbantahkan. Berkas FBI justru menunjukkan dalam insiden tersebut, Zambrano-Contreras adalah korban kekerasan seksual dan perampokan, bukan pelaku.

Para ahli hukum menyebut tindakan pemerintah ini sebagai "kampanye hitam" untuk mendehumanisasi imigran guna membenarkan penggunaan kekerasan aparat. Hingga saat ini, baik Niño-Moncada maupun Zambrano-Contreras tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Tanpa Rekaman Kamera Badan

Meskipun melibatkan enam agen patroli perbatasan, tidak ada satu pun dari mereka yang mengaktifkan kamera badan (body camera). Rekaman pengawas (CCTV) di lokasi kejadian juga sangat buram dan tidak memperlihatkan momen penembakan secara jelas.

Tanpa bukti video, dakwaan terhadap Niño-Moncada hanya bersandar pada testimoni para agen. Pengacara publik yang membela Niño-Moncada berargumen kliennya dalam kondisi ketakutan luar biasa saat dihentikan mobil-mobil tak bertanda di tengah iklim "teror" terhadap imigran di bawah pemerintahan saat ini.

Pola Kebohongan Publik

Skandal di Oregon ini memperpanjang daftar panjang pernyataan palsu pemerintah AS terkait insiden penembakan oleh agen imigrasi. Pola serupa sebelumnya ditemukan dalam kasus kematian Renee Good dan Alex Pretti di Minneapolis, di mana bukti video kemudian membantah klaim awal aparat.

"Pemerintah federal tidak bisa dipercaya. Posisi dasar kita seharusnya adalah skeptisisme dan memahami bahwa mereka sering berbohong," tegas Sameer Kanal, anggota dewan kota Portland.

Saat ini, Niño-Moncada masih ditahan dengan tuduhan penyerangan terhadap petugas, sementara Zambrano-Contreras hanya dikenakan pelanggaran ringan terkait administrasi masuk negara. Pakar hukum menilai kredibilitas agen-agen federal akan menjadi taruhan utama jika kasus ini berlanjut ke persidangan. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya