Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menekankan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi dan edukasi publik merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit campak di Indonesia. Vaksinasi dinilai bukan sekadar tindakan medis, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang jauh lebih efisien dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan saat terjadi wabah (outbreak).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menjelaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Hal ini memerlukan kolaborasi aktif antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau dihitung, vaksin itu investasi. Biayanya jauh lebih kecil dibandingkan dampak yang ditimbulkan jika terjadi outbreak,” ujar Sukamto, dikutip Jumat (3/4).
Menurut Sukamto, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi campak relatif terjangkau jika dibandingkan dengan risiko finansial dan sosial akibat infeksi. Selain biaya perawatan rumah sakit yang tinggi, wabah penyakit menular juga berpotensi menurunkan produktivitas masyarakat dan meningkatkan beban sistem kesehatan nasional.
| Aspek | Estimasi Biaya / Dampak |
|---|---|
| Biaya Vaksin Campak | Rp300.000 – Rp600.000 per dosis |
| Dampak Wabah (Outbreak) | Biaya rawat inap rumah sakit, kehilangan produktivitas, beban sistem kesehatan, dan dampak sosial-ekonomi. |
Rendahnya cakupan imunisasi menjadi celah bagi virus untuk menyebar lebih luas, khususnya pada kelompok masyarakat yang belum memiliki kekebalan. Oleh karena itu, PAPDI mendorong para tenaga kesehatan untuk mengambil peran strategis sebagai agen edukasi.
Komunikasi yang aktif, jelas, dan persuasif dari dokter diyakini mampu meningkatkan penerimaan vaksinasi, terutama bagi masyarakat yang masih ragu. Saat ini, PAPDI mencatat kekuatan besar dalam upaya edukasi ini melalui ribuan anggotanya di seluruh tanah air.
Dengan pemahaman yang benar, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk melakukan vaksinasi demi melindungi diri sendiri dan mencegah terjadinya krisis kesehatan di masa depan.(Ant/Z-1)
PAPDI mengungkapkan 8% kasus campak di Indonesia menyerang orang dewasa. Simak penyebab penurunan kekebalan dan pentingnya vaksinasi dewasa.
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
Penyebabnya campak bukanlah virus baru, melainkan turunnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir.
Campak pada orang dewasa bisa menyebabkan komplikasi serius. Kenali gejala, masa inkubasi, cara penanganan, dan pentingnya vaksinasi booster MR/MMR.
Campak bukan hanya penyakit anak-anak. Orang dewasa juga berisiko terkena campak dengan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia dan ensefalitis.
Dinas Kesehatan Tulungagung menggelar ORI yang serta menyasar 350 balita guna menekan penyebaran penyakit tersebut.
Hermawan menambahkan, bagi individu yang akan bepergian ke wilayah dengan kasus campak, vaksinasi tambahan sangat dianjurkan.
Pemkot Bandung menggencarkan vaksinasi campak balita dengan jadwal mingguan untuk mencegah penyebaran rubela.
Kasus campak di Indonesia capai 10.301. Pakar sebut penurunan vaksinasi pascapandemi jadi penyebab utama meningkatnya kasus.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved