Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

PAPDI: Orang Dewasa Berisiko Tertular Campak, Pentingnya Imunisasi Ulang

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 08:25
PAPDI: Orang Dewasa Berisiko Tertular Campak, Pentingnya Imunisasi Ulang
Ilustrasi(ANTARA/M Ibnu Chazar)

ANGGAPAN bahwa penyakit campak hanya menyerang anak-anak kini perlu diluruskan. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengungkapkan bahwa kelompok dewasa memiliki risiko yang nyata tertular virus ini, bahkan dengan potensi gejala yang lebih berat.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, memaparkan bahwa sekitar 8% kasus campak di Indonesia saat ini ditemukan pada usia dewasa. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam perlindungan kesehatan masyarakat yang perlu segera ditangani.

Mengapa Orang Dewasa Bisa Terinfeksi?

Menurut Sukamto, salah satu pemicu utama adalah fenomena waning immunity atau penurunan kadar antibodi seiring berjalannya waktu. Biasanya, perlindungan dari vaksinasi masa kecil akan menyusut secara signifikan setelah 15 hingga 20 tahun.

Selain faktor alami tersebut, terdapat beberapa alasan medis dan administratif yang menyebabkan orang dewasa rentan terhadap campak:

Faktor Risiko Penjelasan
Waning Immunity Menurunnya antibodi 15-20 tahun pascavaksinasi.
Riwayat Vaksinasi Tidak Lengkap Hanya menerima satu dosis atau tidak memiliki catatan imunisasi.
Primary Vaccine Failure Kondisi tubuh yang gagal membentuk respons imun meski sudah divaksin.
Kurangnya Paparan Alami Berkurangnya interaksi dengan virus di lingkungan yang seharusnya bisa memperkuat imun secara alami.

Risiko Komplikasi dan Kelompok Rentan

Orang dewasa yang terinfeksi campak tidak jarang mengalami kondisi klinis yang lebih parah dibandingkan anak-anak. Komplikasi serius sering kali muncul hingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. PAPDI mengidentifikasi beberapa kelompok dewasa yang memiliki risiko tinggi tertular:

  • Tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien.
  • Individu dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh rendah (immunocompromised).
  • Pelancong yang bepergian ke daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Vaksinasi sebagai Solusi Kolektif

Vaksinasi bukan sekadar perlindungan individu, melainkan instrumen untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, virus akan sulit menyebar, sehingga melindungi kelompok rentan yang tidak bisa divaksin, seperti bayi dan ibu hamil.

Data global menunjukkan efektivitas luar biasa dari program imunisasi ini. Berikut adalah statistik pencapaian vaksinasi campak menurut catatan PAPDI dan WHO:

Indikator Data / Target
Target Cakupan WHO 90% hingga >95% untuk kekebalan kelompok optimal.
Kematian yang Dicegah (2000-2024) Sekitar 59 juta jiwa secara global.
Proporsi Kasus Dewasa di Indonesia Sekitar 8% dari total kasus.

Sebagai penutup, PAPDI menekankan pentingnya peningkatan kesadaran imunisasi dewasa di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif dan efisien untuk menekan angka penularan dan mencegah fatalitas akibat campak di masa depan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya