Rabu 18 Januari 2023, 14:02 WIB

Peningkatan Kasus Campak Karena Menurunnya Angka Imunisasi

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Peningkatan Kasus Campak Karena Menurunnya Angka Imunisasi

ANTARA
Murid SD menerima suntikan vaksin campak saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di SDN Sukareja, Balongan, Indramayu, Senin (29/8/2022).

 

KEPALA Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi kenaikan kasus campak di beberapa daerah dikarenakan menurunnya imunisasi campak bagi anak pada 2022.

"Terjadi akumulasi peningkatan kasus campak di Indonesia sebesar 32 kali lipat dikarenakan cakupan imunisasi campak selama tahun 2020-2022 tidak sesuai target," kata Nadia saat dihubungi, Rabu (18/1).

Baca juga: KLHK Target Kumpulkan PNPB Sebesar Rp5,2 Triliun pada 2023

Berdasarkan laporan Kemenkes, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis target imunisasi sebanyak 92% namun yang dicapai baru 84%. Kasus campak meningkat di beberapa daerah bahkan Kemenkes menetapkan sebagai kejadian Luar Biasa (KLB).

"Selama tahun 2022 di Indonesia telah dilaporkan 53 KLB campak di 34 kab/kota di 12 provinsi. Jika dibandingkan dengan tahun 2021," ujarnya.

Selama awal tahun 2023 belum ada laporan penambahan kasus campak lagi. Nadia mengatakan tidak ada pencegahan lain selain imunisasi campak.

Setiap suspek kasus campak harus dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari kasus-kasus tambahan yang mungkin ada di wilayah tersebut.

Terhadap pasien dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, diberikan pengobatan simtomatis dan vitamin A, serta diminta untuk membatasi aktivitasnya untuk mencegah penularan lebih lanjut, mengingat penularan dapat terjadi pada 4 hari sebelum sampai 4 hari sesudah timbul rash, dengan puncak penularan pada saat 1-3 hari pertama sakit.

"Selain penatalaksanaan pada kasus campak, harus dilakukan peningkatan cakupan imunisasi campak," jelasnya.

Imunisasi campak diberikan bersamaan dengan vaksin rubella dalam satu kemasan vaksin Campak-Rubella (Measles-Rubella/MR). Secara rutin imunisasi MR diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada umur 9 bulan, 18 bulan dan pada anak usia klas 1 SD/MI/sederajat.

Untuk percepatan pencapaian cakupan imunisasi campak telah dilaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yaitu pemberian imunisasi campak dan rubella tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, yang dimulai pada bulan Mei 2022 untuk provinsi di luar Jawa Bali, dan bulan Agustus 2022 untuk provinsi Jawa dan Bali. (OL-6)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Pertumbuhan Kunjungan Wisnus Antisipasi Dampak Resesi Global Sektor Pariwisata

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:30 WIB
Harapan terhadap wisatawan nusantara (Wisnus) sangat besar agar sektor pariwisata nasional dapat terus tumbuh sesuai...
MI/Belvania Sianturi

HPN 2023, Kemenkominfo Ajukan Regulasi Hak Penerbit

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:05 WIB
Ketua PWI Atal S Depari mengatakan sistem algoritma platform digital sering kali tidak menguntungkan...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Indonesia Bersama Empat Negara Asia Tenggara Usulkan Kebaya ke ICH UNESCO

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:15 WIB
Kelima negara Asia Tenggara yang mengenal kebaya sebagai busana tradisional perempuan itu mengusulkan melalui mekanisme nominasi bersama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya