Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

BGN Serap Aspirasi Dampak Program MBG pada Yatim Piatu

Media Indonesia
27/3/2026 17:59
BGN Serap Aspirasi Dampak Program MBG pada Yatim Piatu
Ilustrasi(Dok BGN)

WAKIL Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengisi hari keempat Lebaran dengan menggelar kegiatan silaturahmi bersama ratusan anak yatim piatu di Kabupaten Madiun dan sekitarnya, Jawa Timur.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini jadi ajang serap aspirasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tingkat akar rumput.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Ketua Bidang Kesehatan dan Pencegahan Narkotika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Chrisindo Reformanda dan Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin bersama keluarga untuk ikut berbagi kebahagiaan. Nanik mengungkapkan rasa syukurnya setelah melihat langsung kondisi anak-anak yatim piatu, baik yang tinggal di pondok pesantren, panti asuhan, maupun yang dikelola mandiri oleh pihak desa.

Berdasarkan testimoninya, seluruh anak yang hadir mengaku merasakan manfaat nyata program MBG. "Alhamdulillah, semua sudah memperoleh MBG. Mereka amat gembira dengan program ini. Bahkan ketika saya tanya secara spontan, apakah program ini boleh dihentikan, mereka serempak menjawab, jangan," ujar Nanik.

Menurutnya, program ini bukan cuma pemenuhan asupan nutrisi, melainkan bentuk kehadiran negara bagi anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang membutuhkan kepastian gizi setiap harinya.

Chrisindo Reformanda menilai respons spontan anak-anak atas program intervensi gizi sebagai indikator awal yang autentik dan mencerminkan penerimaan positif di tingkat masyarakat.

Meski bersifat observatif, kata dia, testimoni ini jadi sinyal bahwa kebijakan pemerintah mulai berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari anak. "Ke depan, pendekatan ini perlu diperkuat dengan data kuantitatif dan yang evaluasi terukur sehingga bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan," terang Chrisindo.

Ia mengatakan dalam konteks itu, langkah strategis yang diinisiasi BGN menunjukkan arah kebijakan yang semakin terstruktur dan berorientasi pada hasil. "Pendekatan sistematis dan terintegrasi ini jadi fondasi penting dalam memastikan intervensi gizi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak luas," ucapnya.

Ia menegaskan komitmen kepemimpinan Prabowo Subianto dalam menempatkan isu gizi sebagai prioritas nasional memperlihatkan adanya keseriusan negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. "Kebijakan ini bukan hanya menjawab persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam memperkuat ketahanan generasi muda Indonesia," ungkapnya.

Lebih jauh, dia juga mengajak masyarakat memiliki pandangan luas bahwa intervensi gizi memiliki implikasi strategis dalam menekan kerentanan sosial, termasuk potensi penyalahgunaan narkotika di usia muda.
"Karena itu, diperlukan integrasi kebijakan yang lebih holistik antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pencegahan narkotika, agar dampaknya semakin optimal dan berkelanjutan," papar Chrisindo.

Selain berbagi keceriaan Idulfitri, kegiatan tersebut turut membagikan perlengkapan alat sekolah untuk mendukung kelancaran pendidikan anak-anak menjelang hari masuk  sekolah.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya