Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia Mayapada Hospital, Setiawan Widodo, mengatakan bahwa gangguan irama jantung atau aritmia dapat terjadi pada usia muda.
"Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat detak jantung menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak berirama," ujarnya, dilansir dari laman Mayapada Hospital Bandung, RABU (25/3).
Setiawan menjelaskan, aritmia terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur ritme detak. Dalam kondisi normal, jantung berdetak 60-100 kali per menit saat beristirahat. Namun, pada penderita aritmia, detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur.
Menurutnya, aritmia pada usia muda dapat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
"Semua faktor ini membuat usia muda tetap berisiko mengalami aritmia," kata Setiawan.
Ia menambahkan, gejala aritmia sering kali tidak disadari karena cenderung ringan, seperti detak jantung tidak teratur, dada berdebar, pusing, dan mudah lelah.
Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dapat dilakukan. EKG merupakan metode diagnostik non-invasif yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung.
Setiawan menegaskan, jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan EKG dan pemeriksaan lanjutan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu, aritmia juga dapat dicegah sejak dini dengan langkah sederhana, seperti membatasi konsumsi kafein dan minuman energi, tidur cukup, mengelola stres, menghindari penggunaan obat stimulan tanpa resep, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kesehatan jantung, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung. (Z-10)
Perencanaan yang matang adalah kunci utama agar pasien aritmia tetap aman selama di perjalanan mudik lebaran.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Pada dasarnya, puasa tidak memberikan dampak buruk secara langsung terhadap sistem kelistrikan jantung pasien.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Aritmia terjadi ketika detak jantung bekerja tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan sehingga mengganggu pasokan darah ke organ vital.
Angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat, salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, para ahli menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan di usia muda.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved