Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN irama jantung atau aritmia kerap tidak disadari oleh orang yang mengalaminya. Kondisi ini sebenarnya berpotensi berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Aritmia muncul ketika sinyal listrik pengatur detak jantung mengalami gangguan, menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Mengutip dari laman Siloam Hospital, aritmia dibagi menjadi beberapa jenis utama. Yaitu aritmia supraventrikular, aritmia ventrikular, bradikardia, serta kontraksi prematur baik pada ventrikel maupun atrium.
Jenis aritmia ini muncul di bagian atrium atau ruang atas jantung. Salah satu bentuknya adalah atrial fibrilasi, di mana jantung berdetak sangat cepat, bahkan bisa mencapai 400 kali per menit. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah di atrium dan meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berpotensi menyebabkan stroke.
Selain itu, terdapat atrial flutter, yang juga ditandai dengan detak jantung cepat antara 250-350 kali per menit akibat gangguan sinyal listrik. Meski mirip dengan atrial fibrilasi, atrial flutter memiliki irama yang lebih teratur. Jenis lainnya adalah takikardia supraventrikular paroksismal (PSVT), yang dipicu gangguan sinyal antara atrium dan ventrikel, sering kali terjadi saat seseorang beraktivitas berat atau memiliki kelainan jantung.
Gangguan ini terjadi pada bilik jantung bagian bawah (ventrikel). Jenis ini termasuk yang paling berbahaya karena dapat menghentikan aliran darah ke seluruh tubuh.
Salah satu bentuknya, takikardia ventrikel, menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat sehingga tidak sempat mengisi darah dengan baik. Akibatnya, penderitanya bisa mengalami pusing, sesak napas, hingga kehilangan kesadaran.
Sedangkan fibrilasi ventrikel adalah kondisi di mana sinyal listrik di ventrikel kacau, membuat jantung tidak mampu memompa darah sama sekali. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan henti jantung mendadak.
Berbeda dari dua jenis sebelumnya, bradikardia adalah kondisi saat detak jantung melambat hingga di bawah 60 kali per menit. Meski tidak selalu berbahaya, bradikardia bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem listrik jantung.
Penyebabnya antara lain conduction block, yaitu terganggunya sinyal di jalur antara atrium dan ventrikel, serta sick sinus syndrome, ketika pengatur irama jantung (sinus node) tidak bekerja dengan baik.
Jenis aritmia ini terjadi ketika jantung berdetak lebih awal dari seharusnya akibat sinyal listrik prematur. Jika berasal dari ventrikel, disebut kontraksi ventrikel prematur, sedangkan jika dari atrium disebut kontraksi atrial prematur.
Penderitanya sering merasakan jeda singkat disertai detak jantung kuat sebelum kembali normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh stres, kelelahan, konsumsi kafein atau nikotin berlebihan, serta ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Meskipun sebagian aritmia bersifat ringan, ada pula yang dapat mengancam nyawa. Jika dibiarkan, aritmia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, atau henti jantung mendadak. (Siloam Hospital/Z-2)
ATRIAL fibrilasi (AF) merupakan salah satu bentuk aritmia (gangguan irama jantung) yang menyebabkan stroke sumbatan hingga 40%.
ATRIAL fibrillation adalah gangguan irama jantung yang sering tidak bergejala tetapi berisiko tinggi menyebabkan stroke.
Gangguan irama jantung atau aritmia kini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus kematian jantung mendadak (Sudden Cardiac Death/SCD) di dunia
Gangguan irama jantung dapat menyebabkan stoke jika ada penyempitan pada pembuluh darah di bagian otak.
Teknologi PFA tidak menyebabkan luka bakar atau pembentukan bekuan darah, sehingga lebih aman dan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved