Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
OBESITAS adalah penyakit kronik yang ditandai dengan meningkatnya massa lemak secara berlebihan serta dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular dan dapat menurunkan usia harapan hidup.
Diagnosis obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan biasanya obesitas memiliki batas massa lemak pada laki-laki sebesar 25% dan perempuan sebesar 35%.
Dalam beberapa dekade terakhir, obesitas telah meluas secara global seiring meningkatnya ketahanan pangan, perkembangan sosial ekonomi, perubahan pola makan, serta aktivitas fisik.
Faktor-faktor ini kemudian menciptakan lingkungan yang semakin obesogenik dan berkontribusi terhadap krisis kesehatan masyarakat global saat ini.
Berdasarkan data dari World Obesity Atlas pada 2022, Indonesia menempati urutan ke-3 dari 10 negara di Asia Tenggara dengan estimasi prevalensi obesitas tertinggi, baik pada perempuan (14%) maupun laki-laki (8%).
Dari data Survei Kesehatan Indonesia pada 2023 juga menunjukkan bahwa prevalensi obesitas dewasa mencapai 23,4% yang sebelumnya berada di angka 21,8% pada 2018.
Angka ini mengindikasi bahwa satu dari empat orang dewasa di Indonesia terkena obesitas. Hal ini membawa risiko gangguan metabolik pada usia produktif, yaitu diatas 18 tahun.
Menurut dr. Luciana B. Sutanto MS, Sp.GK, Subsp.PK, obesitas tidak hanya dinilai dari berat badan atau bentuk tubuh, melainkan juga dari komposisi tubuh dan distribusi lemak, terutama lemak di perut.
Obesitas menjadi pintu masuk dari berbagai risiko metabolik, seperti kondisi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol abnormal, dan lemak perut berlebih. Kombinasi faktor ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa obesitas pada usia dewasa dapat meningkatkan risiko terhadap kondisi-kondisi berikut:
Pendekatan pengelolaan obesitas tidak bisa diseragamkan. Pendekatan nutrisi medis berbasis gizi seimbang dan kondisi metabolik individu menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Obesitas sangat mungkin dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat, misalnya, mengonsumsi makanan berkandungan protein dibandingkan karbohidrat dalam satu piring sekali makan.
Masyarakat, terutama usia produktif, dapat menjaga berat badan ideal, memahami kebutuhan gizi harian, dan membangun gaya hidup sehat secara konsisten sejak dini. Langkah diet instan juga dapat dihindari karena berisiko menimbulkan kekurangan gizi dan hanya akan memperburuk metabolisme.
Berikut adalah tips untuk mencegah obesitas bagi usia produktif:
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Saat bonus demografi, terjadi surplus usia produktif yang sangat tinggi. Angkanya rata-rata 70% dari keseluruhan jumlah penduduk usia produktif.
TAGAR kabur aja dulu yang ramai di media sosial dinilai mencerminkan keresahan generasi muda Indonesia terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik dalam negeri.
konsumsi nasi dan mi bersamaan memiliki risiko jangka panjang bagi kesehatan.
Usia baru menginjak 20-an, tapi tubuh terasa cepat pegal dan lelah? Waspadalah—bukan sekadar kelelahan biasa, ini bisa menjadi gejala gangguan metabolisme
Nutrisi seimbang dan optimal bukan hanya pondasi utama hidup sehat, tetapi juga kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved