Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
USIA baru menginjak 20-an, tapi tubuh terasa cepat pegal dan lelah? Waspadalah—bukan sekadar kelelahan biasa, ini bisa menjadi gejala gangguan metabolisme yang kini kian marak menyerang anak muda, termasuk Gen-Z.
Metabolisme adalah serangkaian proses kimiawi dalam tubuh yang mengubah makanan menjadi energi. Zat gizi utama seperti protein, karbohidrat, dan lemak dipecah oleh enzim dalam sistem pencernaan menjadi energi yang akan digunakan atau disimpan oleh tubuh.
Namun, bila proses ini terganggu, bisa muncul berbagai gangguan metabolik yang berdampak serius bagi kesehatan.
Gangguan metabolik terjadi ketika proses kimia tubuh tidak berjalan normal. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan atau kelebihan zat tertentu yang penting untuk fungsi vital.
Jenis gangguan ini mencakup masalah pemecahan lipid, karbohidrat, hingga asam amino. Penyebab utamanya sering kali adalah mutasi genetik yang menyebabkan enzim metabolik rusak atau hilang. Selain itu, faktor eksternal seperti pola makan, paparan racun, atau infeksi juga bisa memicu kondisi ini.
Gejala gangguan metabolik dapat sangat beragam, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda umum meliputi:
Gejala bisa muncul mendadak atau berkembang perlahan. Faktor pemicunya bisa berupa makanan, obat-obatan, dehidrasi, atau stres fisik. Pada bayi, tanda-tanda sering kali muncul beberapa minggu setelah lahir, namun ada juga yang baru terlihat saat dewasa.
Meski terdengar mirip, sindrom metabolik berbeda dengan gangguan metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Kondisi ini juga berkaitan dengan pembentukan plak pada arteri (aterosklerosis) yang bisa merusak organ vital. Istilah lain untuk sindrom metabolik antara lain:
Kriteria Diagnosis Sindrom Metabolik
Seseorang dikatakan mengalami sindrom metabolik jika memiliki minimal tiga dari lima kondisi berikut:
Studi dari AS (2003–2012) menunjukkan 18,3% orang usia 20–39 tahun menderita sindrom metabolik. Prevalensi lebih tinggi pada wanita (35,6%) dibanding pria (30,3%), dan paling tinggi pada etnis Hispanik (35,4%).
Walaupun prevalensi keseluruhan meningkat dari 32,9% ke 34,7%, tren pada wanita menunjukkan penurunan. Ini mengindikasikan bahwa peningkatan kesadaran dan perubahan gaya hidup di kalangan muda mulai berdampak positif.
Tujuan Utama: Turunkan Risiko Penyakit SeriusPenanganan sindrom metabolik difokuskan pada pencegahan penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Terapi biasanya mencakup perubahan gaya hidup dan, jika perlu, obat-obatan.
Perubahan Gaya Hidup yang Direkomendasikan:
Meski faktor genetik dan usia tidak bisa diubah, gaya hidup sehat mampu menurunkan risiko secara signifikan.
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, sampaikan ke tenaga medis Anda. Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar gula darah, tekanan darah, trigliserida, dan kolesterol secara berkala.
Semakin dini masalah terdeteksi, semakin besar peluang Anda untuk mengendalikannya. (Z-10)
Sumber: Halodoc, Cleveland Clinic, JAMA Network
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memulai pagi di kawasan CPI Makassar, Selasa (25/11), dengan berolahraga bersama warga dan komunitas lari setempat
Dari rangkaian dialog dan forum terbuka yang ia pimpin, lahir tiga aspirasi utama dari anak muda daerah.
Bobibos telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian ESDM.
Tiga masalah otot yang mesti diperhatikan anak muda, yaitu kelainan tulang belakang, sakit pinggang, dan kondisi nyeri serta kaku pada bahu.
Terdapat puluhan permohonan uji materiil dan formil undang-undang (UU) yang diajukan oleh mahasiswa, baik secara individu maupun melalui organisasi kampus.
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik.
Gangguan sindrom metabolik ini merupakan kelompok kondisi medis yang mempengaruhi cara tubuh manusia untuk memproses makanan menjadi energi.
Adele telah menjadi sorotan media selama beberapa tahun terakhir berkat transformasi fisiknya yang signifikan, terutama setelah mengalami penurunan berat badan yang dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved