Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANYAAN mengenai distribusi zakat sering muncul menjelang akhir Ramadan, terutama terkait teknis pembagiannya. Salah satu yang sering ditanyakan yaitu bolehkah zakat satu keluarga diberikan kepada satu orang saja? Mengingat terkadang ada anggota keluarga besar yang menyatukan zakat mereka untuk disalurkan.
Dalam hukum Islam, pada dasarnya tidak ada batasan kaku mengenai jumlah mustahik (penerima zakat) yang harus menerima zakat dari seorang muzaki (pembayar zakat). Berikut ulasan lengkap mengenai hukum dan ketentuannya.
Secara fikih, diperbolehkan bagi satu muzaki memberikan zakatnya kepada banyak orang jika jumlah zakatnya mencukupi. Sebaliknya, diperbolehkan pula bagi satu mustahik untuk menerima zakat dari banyak orang (zakat satu keluarga).
Hal ini sangat bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan. Para ulama menjelaskan bahwa tujuan utama zakat yaitu memenuhi kebutuhan mustahik. Jika seorang mustahik berada dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit, memberikan zakat satu keluarga kepadanya hukumnya boleh, bahkan bisa menjadi lebih utama agar ia bisa benar-benar keluar dari kesulitan ekonominya.
Keputusan untuk menyalurkan zakat satu keluarga kepada satu orang saja harus mempertimbangkan beberapa aspek berikut:
Meskipun boleh memberikan zakat satu keluarga kepada satu orang, sebagian ulama berpendapat bahwa jika zakat tersebut adalah zakat fitrah, sebaiknya dilakukan pemerataan jika memang banyak tetangga atau kerabat yang membutuhkan. Hal ini selaras dengan semangat Idul Fitri agar semua orang dapat merasakan kegembiraan dan kecukupan makanan pada hari raya.
Namun, jika zakat yang dimaksud adalah zakat mal (harta), memberikan jumlah yang besar kepada satu orang dengan tujuan pemberdayaan ekonomi (agar mustahik tersebut kelak bisa menjadi muzaki) sangatlah dianjurkan dalam Islam.
Dapat disimpulkan bahwa zakat satu keluarga boleh saja diberikan kepada satu orang saja. Tidak ada dalil yang melarang praktik tersebut selama penerimanya termasuk dalam 8 golongan yang berhak (Asnaf). Pertimbangan utama dalam distribusi zakat adalah kemaslahatan dan tingkat kebutuhan para mustahik di lingkungan tersebut.
1. Apakah zakat fitrah boleh diberikan kepada saudara kandung?
Boleh, asalkan saudara kandung tersebut termasuk golongan mustahik dan bukan merupakan tanggungan nafkah Anda (seperti orangtua atau anak).
2. Bolehkah zakat fitrah diberikan dalam bentuk uang?
Menurut Madzhab Hanafi, zakat fitrah boleh diberikan dalam bentuk uang senilai harga beras/makanan pokok, yang terkadang dianggap lebih praktis bagi penerima untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
3. Siapa yang paling berhak menerima zakat?
Orang yang paling berhak adalah fakir dan miskin yang berada di lingkungan terdekat muzaki, terutama jika mereka masih memiliki hubungan kerabat yang tidak wajib dinafkahi. (I-2)
Apakah panitia zakat fitrah termasuk amil yang berhak menerima zakat? Simak perbedaan pendapat ulama dan solusi praktis bagi pengurus masjid di sini.
Benarkah pahala puasa Ramadhan tergantung di langit sebelum zakat fitrah dibayar? Simak penjelasan ulama mengenai status hadits dan hukum fikihnya di sini.
Apa doa saat membayar zakat fitrah? Simak bacaan doa muzakki dan doa amil saat menerima zakat sesuai sunnah dan pendapat Imam Syafi'i di sini.
Bolehkah panitia zakat berjualan beras dan mengambil untung? Simak penjelasan hukum akad jual beli vs akad wakalah dalam pengelolaan zakat fitrah di sini.
Bolehkah bayar zakat fitrah lewat transfer bank atau M-Banking? Simak penjelasan hukum fikih, syarat niat, dan akad wakalah menurut ulama di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved