Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada Brain Fog Akibat Perubahan Pola Tidur Saat Libur Panjang

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 10:02
Waspada Brain Fog Akibat Perubahan Pola Tidur Saat Libur Panjang
Ilustrasi(Freepik)

MENIKMATI libur panjang sering kali menjadi momen untuk melepas penat dengan berbagai aktivitas sosial maupun hiburan. Namun, di balik keseruan tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang mengintai jika kita abai menjaga konsistensi jam istirahat. 

Perubahan pola tidur yang drastis selama masa liburan disinyalir dapat membuat tubuh mudah lelah hingga memicu penurunan konsentrasi yang signifikan.

Dokter spesialis neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM), dr. Astri Budikayanti, menjelaskan bahwa ritme biologis manusia sangat bergantung pada rutinitas. 

Ketika jadwal rutin tersebut terganggu, tubuh akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri kembali ke ritme semula.

“Biasanya kita memiliki jadwal rutin, misalnya bekerja dari pagi hingga sore. Saat liburan, aktivitas sosial meningkat, orang sering begadang atau menonton sampai larut, sehingga jam tidur berubah dan tubuh menjadi bingung menyesuaikan ritmenya,” ujar Astri, dikutip Rabu (18/3).

Memahami Jam Biologis dan Hormon

Secara medis, tubuh manusia memiliki sistem biologis internal yang mengatur siklus tidur dan bangun melalui peran hormon tertentu. 

Jika seseorang konsisten tidur dan bangun pada jam yang sama, produksi hormon ini akan berjalan otomatis dan optimal. 

Masalah mulai muncul ketika perubahan pola tidur terjadi secara berkelanjutan. Astri menekankan bahwa durasi perubahan sangat menentukan seberapa besar dampak yang dirasakan oleh tubuh.

“Kalau perubahan hanya satu sampai dua hari, biasanya tubuh masih bisa menyesuaikan. Tapi kalau lebih dari dua atau tiga hari, ritme tidur bisa mulai kacau,” tambahnya.

Dampak: Dari Brain Fog hingga Imun Melemah

Gangguan pada ritme sirkadian ini tidak hanya menyebabkan rasa kantuk di siang hari. Dalam jangka pendek, seseorang mungkin akan mengalami fenomena yang disebut sebagai brain fog. Kondisi ini membuat seseorang merasa sulit untuk berpikir jernih, kehilangan fokus, dan merasa seolah-olah pikirannya "berkabut".

Selain fungsi kognitif, sistem pertahanan tubuh juga menjadi taruhannya. Kurang tidur yang konsisten selama liburan dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga seseorang menjadi lebih rentan terpapar virus atau penyakit.

“Secara keseluruhan mungkin masih bisa diatasi, tetapi pasti ada dampaknya terhadap sistem imun,” jelas Astri.

Tidur Sebagai Kebutuhan Biologis Utama

Menutup penjelasannya, Astri mengingatkan bahwa tidur bukanlah sekadar aktivitas pasif di sela-sela kesibukan. Mengingat hampir sepertiga hidup manusia dihabiskan untuk tidur, kualitas dan konsistensinya menjadi fondasi utama bagi kesehatan fisik maupun mental.

“Tidur bukan hanya sekadar beristirahat, tetapi juga proses biologis yang penting untuk memulihkan tubuh dan otak,” pungkasnya.

Oleh karena itu, meskipun sedang menikmati masa libur, menjaga jam tidur yang teratur tetap menjadi kunci agar tubuh tetap bugar dan siap kembali beraktivitas saat masa liburan usai. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik