Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SIDANG isbat merupakan mekanisme resmi yang digunakan pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Secara terminologis, istilah “isbat” berasal dari bahasa Arab itsbāt yang berarti penetapan atau pengesahan.
Dalam konteks keagamaan dan kenegaraan di Indonesia, sidang isbat adalah forum musyawarah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan awal bulan kamariah berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi hilal).
Dasar Teologis dan Ilmiah
Penetapan awal bulan Hijriah berlandaskan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa umat Islam diperintahkan untuk berpuasa ketika melihat hilal dan berbuka ketika melihatnya kembali. Dalam praktiknya, pendekatan tersebut berkembang menjadi dua metode utama:
Di Indonesia, kedua pendekatan ini dikombinasikan dalam sidang isbat guna mengintegrasikan dalil syar’i dengan sains astronomi modern.
Secara astronomis, hilal adalah fase bulan yang muncul setelah konjungsi (ijtimak), yaitu ketika matahari dan bulan berada pada bujur ekliptika yang sama. Kriteria visibilitas hilal di Indonesia saat ini mengacu pada parameter kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Mekanisme Sidang Isbat
Sidang isbat biasanya dilaksanakan menjelang akhir bulan Syakban (untuk Ramadan), Ramadan (untuk Syawal), dan Dzulqa’dah (untuk Dzulhijjah). Prosesnya melibatkan berbagai unsur, antara lain:
Sidang isbat umumnya terdiri dari tiga tahap:
Keputusan hasil sidang kemudian diumumkan kepada publik sebagai dasar pelaksanaan ibadah secara nasional.
Fungsi Sosial dan Politik
Secara ilmiah, sidang isbat merupakan forum integratif antara sains dan agama. Namun secara sosial, ia juga memiliki fungsi menjaga stabilitas dan kesatuan umat Islam di Indonesia yang menganut beragam pendekatan penentuan kalender Hijriah.
Dalam sistem negara-bangsa modern, sidang isbat menjadi instrumen legitimasi administratif agar pelaksanaan ibadah yang berdampak luas—seperti cuti nasional dan pengaturan hari libur—memiliki kepastian hukum.
Dinamika dan Perbedaan
Meski demikian, tidak semua organisasi Islam mengikuti hasil sidang isbat. Muhammadiyah, misalnya, menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal secara mandiri dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa sidang isbat tidak hanya merupakan peristiwa keagamaan, tetapi juga fenomena epistemologis—yakni pertemuan antara pendekatan tekstual, empiris, dan rasional dalam menentukan waktu ibadah.
Kesimpulan
Secara konseptual, sidang isbat adalah forum penetapan resmi awal bulan Hijriah yang memadukan pendekatan teologis dan astronomis. Dalam konteks Indonesia, mekanisme ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen religius, tetapi juga sebagai perangkat sosial dan administratif untuk menjaga ketertiban publik.
Dengan demikian, sidang isbat dapat dipahami sebagai praktik institusional yang mencerminkan dialog antara agama, sains, dan negara dalam kehidupan masyarakat Muslim modern. (Cah/P-3)
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi 17 Februari 2026. Hilal belum terlihat di seluruh Indonesia, sehingga 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari.
Simak negara-negara yang menggunakan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, Arab Saudi, dan Mesir.
Pelajari sejarah Sidang Isbat di Indonesia, forum resmi penetapan awal Ramadan, integrasi hisab-rukyat, dan peran Kemenag dalam kalender nasional.
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi 17 Februari 2026. Hilal belum terlihat di seluruh Indonesia, sehingga 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari.
Simak negara-negara yang menggunakan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, Arab Saudi, dan Mesir.
Pelajari sejarah Sidang Isbat di Indonesia, forum resmi penetapan awal Ramadan, integrasi hisab-rukyat, dan peran Kemenag dalam kalender nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved