Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Kapan Puasa 1 Ramadan 2026? Cek Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi Pemerintah vs Muhammadiyah

Media Indonesia
17/2/2026 08:35
Kapan Puasa 1 Ramadan 2026? Cek Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi Pemerintah vs Muhammadiyah
Ilustrasi.(freepik)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/2). Sidang ini akan menjadi rujukan resmi bagi mayoritas umat Muslim di Indonesia untuk mengetahui puasa 1 Ramadan kapan ayau berapa hari lagi puasa 2026.

Jadwal Sidang Isbat Ramadan 1447 H

Sidang Isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Prosesi ini dibagi menjadi tiga tahap utama:

  • Pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag pada pukul 16.00 WIB.
  • Sidang Isbat tertutup yang dihadiri oleh perwakilan ormas Islam dan duta besar negara sahabat setelah salat Maghrib.
  • Konferensi pers pengumuman hasil penetapan 1 Ramadan 2026 pada pukul 19.00 WIB.

Prediksi Perbedaan Awal Puasa 2026

Terdapat potensi perbedaan awal puasa antara Pemerintah dengan organisasi Muhammadiyah karena perbedaan metode yang digunakan. Berikut adalah rincian prediksi jadwal 1 Ramadan 1447 H:

Pihak/Organisasi Tanggal 1 Ramadan 1447 H Metode
Muhammadiyah Rabu, 18 Februari 2026 Hisab Hakiki Wujudul Hilal (KHGT)
Pemerintah (Kemenag) Kamis, 19 Februari 2026 (Prediksi) Imkanur Rukyat (MABIMS)
Nahdlatul Ulama (NU) Kamis, 19 Februari 2026 (Prediksi) Rukyatul Hilal

Alasan Teknis Potensi Perbedaan

Berdasarkan laporan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BMKG, posisi hilal pada petang hari ini di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah kriteria visibilitas MABIMS. Ketinggian hilal di Indonesia terpantau antara -2° 24.71' sampai 0° 58.08' dengan sudut elongasi yang juga masih minim.

Dalam kriteria MABIMS yang dianut Pemerintah dan NU, hilal baru dianggap terlihat jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Karena posisi hilal hari ini belum memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga puasa baru akan dimulai pada hari Kamis.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan kriteria Wujudul Hilal, di mana puasa dimulai asalkan bulan sudah berada di atas cakrawala saat matahari terbenam, berapapun derajatnya. Hal inilah yang mendasari penetapan 1 Ramadan oleh Muhammadiyah jatuh lebih awal pada Rabu, 18 Februari 2026.

Catatan Redaksi: Keputusan resmi pemerintah tetap menunggu hasil Sidang Isbat malam ini. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan semangat ibadah meskipun terdapat perbedaan awal waktu puasa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Kapan Sidang Isbat awal Ramadan 2026 dilaksanakan?

Sidang Isbat dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

2. Mengapa awal puasa Muhammadiyah dan Pemerintah sering berbeda?

Hal ini disebabkan perbedaan kriteria dalam menentukan hilal. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal, sementara Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (minimal 3 derajat).

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik