Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rektor ITB Lepas 35 Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh Tengah

Naviandri
31/1/2026 08:06
Rektor ITB Lepas 35 Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh Tengah
Ilustrasi(Dok ITB)

REKTOR Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara,  melepas 35 mahasiswa peserta program Mahasiswa Berdampak untuk melaksanakan pengabdian masyarakat, guna mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kapasitas masyarakat terdampak di Aceh Tengah, di ITB Kampus Ganesha, Jumat (30/1). Pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana” ini merupakan wujud komitmen ITB menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini diikuti 35 mahasiswa dari berbagai jurusan di ITB, yang akan diberangkatkan ke Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Puluhan mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.

"Keberangkatan mahasiswa ke lokasi pengabdian bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebuah amanah kemanusiaan. Bencana banjir yang terjadi telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, baik dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan yang bermakna dan berkelanjutan," jelasnya.

Menurut Tata, melalui program pengabdian ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, sekaligus membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

Adapun fokus kegiatan ini meliputi:

  1. Instalasi filter air bersih sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat;
  2. Bidang pendidikan: Psychological First Aid (PFA);
  3. Pengelolaan sampah (waste management);
  4. Edukasi dan pendampingan kesehatan masyarakat.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga untuk mengedepankan empati, kepekaan sosial, serta sikap profesional dalam bekerja bersama masyarakat,” terangnya.

Melalui program ini lanjut Tata, ITB berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran di luar kampus, tetapi juga memperkuat nilai kebermanfaatan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. ITB menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan aktif sivitas akademika dalam upaya pemulihan dan pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana, sebagai kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Program ini turut didukung oleh Ikatan Alumni ITB, Rumah Zakat, Rumah Amal Salman, PT Paragon, serta Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM). (AN/naviandri)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya