Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI hingga sore ini (27/1) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan. Keberadaan populasi besar kelelawar buah (genus Pteropus) sebagai inang alami virus nipah di Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan menjadi faktor risiko utama yang membuat Indonesia duduk di atas "bom waktu" zoonosis.
Epidemiolog Dicky Budiman menyebutkan bahwa risiko Indonesia bukan hanya berasal dari imported cases (kasus impor) dari India, melainkan dari transmisi lokal yang mungkin belum terdeteksi. Data serologis masa lampau menunjukkan adanya jejak antibodi virus Nipah pada kelelawar buah di beberapa wilayah Indonesia, yang mengindikasikan virus tersebut memang bersirkulasi di alam liar nusantara.
"Potensinya besar karena kita punya reservoir alaminya. Jika terjadi interaksi intensif antara manusia dengan habitat kelelawar—akibat deforestasi atau konsumsi buah yang tercemar air liur kelelawar—lonjakan kasus bisa terjadi sewaktu-waktu," tegas Dicky. Berbeda dengan COVID-19, Nipah tidak mudah menular lewat udara, namun tingkat kematiannya yang mencapai 75% menjadikannya jauh lebih mematikan.
Menanggapi risiko ini, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan sistem kewaspadaan dini (SKD) di seluruh pintu masuk negara. Fokus utama bukan hanya skrining suhu tubuh penumpang dari luar negeri, tetapi juga edukasi masyarakat di daerah berisiko tinggi.
Masyarakat diminta untuk segera menghentikan konsumsi nira mentah (air sadapan aren/kelapa) yang tidak dimasak mendidih, serta mencuci buah-buahan dengan sabun khusus food grade sebelum dikonsumsi. Kemenkes menegaskan bahwa kunci mencegah wabah Nipah di Indonesia adalah memutus rantai kontak antara satwa liar (kelelawar/babi) dengan manusia. (H-3)
Panduan lengkap cara penularan Virus Nipah (NiV) tahun 2026. Ketahui risiko dari kelelawar buah, babi, makanan terkontaminasi, hingga penularan antarmanusia.
Analisis mendalam mengenai Virus Nipah (NiV) di tahun 2026. Kenali gejala klinis, risiko penularan dari kelelawar, tingkat kematian, dan perkembangan terbaru vaksin.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat agar mencegah terjadinya penularan virus Nipah. Salah satunya tidak konsumsi bekas gigitan kelelawar.
Virus Nipah sudah ditemukan di India yang diduga sudah terjadi penularan antarmanusia, yang perlu menjadi perhatian penting dalam pengendalian penyakit menular dunia.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat agar mencegah terjadinya penularan virus Nipah. Salah satunya tidak konsumsi bekas gigitan kelelawar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved