Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang terbiasa tidur dengan lampu menyala, baik karena alasan kenyamanan maupun ketidaksengajaan. Namun, penelitian terbaru memperingatkan bahwa paparan cahaya, bahkan dalam jumlah kecil saat tidur malam dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Mengutip studi dari Northwestern University yang dipublikasikan oleh NHLBI, paparan cahaya saat tidur memicu sistem saraf simpatik untuk tetap aktif.
Akibatnya, detak jantung meningkat meskipun Anda sedang beristirahat. Jantung yang terus bekerja keras di waktu yang seharusnya digunakan untuk pemulihan dapat memicu kelelahan organ dalam jangka panjang.
Cahaya di malam hari mengganggu metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur di ruangan terang memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih tinggi keesokan paginya.
Kondisi ini merupakan faktor risiko utama bagi diabetes tipe 2, yang pada gilirannya memperburuk kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Berdasarkan data dari Harvard Health, cahaya menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.
Gangguan pada ritme sirkadian ini menyebabkan tubuh tetap dalam kondisi "waspada," yang mengganggu kemampuan jantung untuk menurunkan tekanan darah secara alami selama fase tidur nyenyak (nocturnal dipping).
Paparan cahaya mencegah otak mencapai fase tidur terdalam. Tidur yang dangkal secara konsisten berkorelasi langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi.
Tubuh gagal melakukan perbaikan seluler yang optimal jika lingkungantidur tidak sepenuhnya gelap.
Para ahli menyarankan untuk mematikan semua sumber cahaya, termasuk lampu tidur, layar televisi, dan lampu dari perangkat elektronik lainnya.
Jika Anda memerlukan pencahayaan untuk alasan keamanan, gunakan lampu redup berwarna amber atau merah yang ditempatkan di dekat lantai untuk meminimalkan stimulasi pada otak.
Sumber: NHLBI, Harvard Health, Healthandme, Healthline.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved