Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Serangan Nyamuk Mengintai, DBD Mengancam Pengungsi Aceh Tamiang,

Ficky Ramadhan
20/1/2026 19:54
Serangan Nyamuk Mengintai, DBD Mengancam Pengungsi Aceh Tamiang,
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD.(Dok. Freepik)

SERANGAN gigitan nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kondisi tersebut belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Selain itu, Kemenkes bersama dinas kesehatan setempat juga menjalankan sejumlah langkah pencegahan dan penanganan guna meminimalkan risiko penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan bahwa kasus serangan gigitan nyamuk tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang dan hingga saat ini masih dapat dikendalikan melalui berbagai langkah pencegahan dan penanganan terpadu.

"Memang ada serangan nyamuk, namun tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang dan belum menjadi KLB. Salah satu upaya yang dilakukan adalah fogging, penerapan 3M Plus, serta edukasi langsung kepada masyarakat di lapangan," kata Aji saat dihubungi, Selasa (20/1).

Aji menjelaskan, petugas kesehatan telah melakukan fogging untuk memberantas nyamuk dewasa, serta pemberian larvasida berupa abate untuk membasmi jentik dan telur nyamuk di lingkungan pengungsian maupun pemukiman terdampak.

Upaya tersebut meliputi pengendalian penyakit melalui fogging di lokasi-lokasi yang mengalami lonjakan vektor DBD serta disinfeksi di beberapa titik yang dinilai berisiko. Layanan kesehatan lingkungan (kesling) juga diperkuat dengan monitoring tempat penampungan air, sanitasi, dan drainase di area pengungsian.

Tak hanya itu, pemerintah turut mendistribusikan obat-obatan untuk penyakit yang umum terjadi, masker, larvasida, serta hygiene kit di pengungsian dan pos kesehatan. Penyediaan paket water purifier juga dilakukan guna memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi.

"Edukasi dan promosi kesehatan terus kami lakukan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di lingkungan pengungsian yang padat," ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenkes berharap risiko penularan penyakit akibat serangan nyamuk di Aceh Tamiang dapat ditekan, sekaligus menjaga kondisi kesehatan para pengungsi tetap terkendali. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya