Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ribuan Siswa SD di Banjarmasin akan Terima Vaksinasi DBD

Denny Susanto
28/11/2025 15:30
Ribuan Siswa SD di Banjarmasin akan Terima Vaksinasi DBD
Ilstrasi vaksinasi DBD.(Dok. Freepik)

KOTA Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menjadi daerah percontohan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) bersama Jakarta dan Palembang pada program hibah vaksinasi DBD nasional. Sebanyak 7.500 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas 3-4 di Banjarmasin akan mendapatkan vaksinasi DBD pada Januari 2026 mendatang.

"Banjarmasin terpilih menjadi salah satu daerah vaksinasi DBD bersama Jakarta dan Palembang. Pelaksanaan vaksinasi akan digelar Januari 2026 mendatang. Saat ini sosialisasi tengah dilakukan ke sekolah-sekolah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin, Jumat (28/11).

Sosialisasi sebelum pelaksanaan kegiatan vaksinasi dinilai penting dilakukan guna meyakinkan masyarakat. "Tantangan terbesar bukan hanya soal teknis pelaksanaan vaksinasi, tetapi juga penerimaan masyarakat. Setiap program baru selalu butuh waktu untuk membangun kepercayaan. Tidak ada paksaan dalam vaksinasi ini,” kata Diauddin.

Program vaksinasi DBD ini diharapkan menjadi terobosan untuk mengurangi risiko kematian dan kasus berat DBD, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Tercatat pada 2024, Kalsel melaporkan 3.236 kasus DBD dengan 16 penderita meninggal dunia. 

Hingga November 2025, kasus DBD turun menjadi 460 kasus dengan satu kematian. Kasus tertinggi DBD terjadi di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Ketua Tim Dokter Anak Kalsel untuk vaksin dengue, Prof. dr. Edi Hartoyo, menegaskan program ini menjadi langkah penting untuk menguji efektivitas vaksin pada daerah endemis. “Beberapa negara ASEAN sudah memulai fase satu. Provinsi tetangga, Kaltim juga sudah menggunakan, tetapi mereka beli mandiri,” ujarnya.

Vaksin akan diberikan dalam dua dosis, yaitu pada Januari 2026 dan tiga bulan setelahnya. Efektivitasnya diperkirakan mencapai 80 persen dalam mencegah infeksi, dan 85 persen dalam mencegah gejala berat, dengan pemantauan hingga tiga tahun.

Program ini ditargetkan menjangkau 7.500 siswa kelas 3 dan 4 SD yang mulai dilaksanakan pada Januari 2026, dari total sekitar 30 ribu dosis yang dialokasikan. Sebagai perbandingan harga vaksin di luar program hibah tergolong tinggi, sekitar Rp1,2 juta per orang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya