Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tahun Ini Pemerintah Perluas Cakupan Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran

Atalya Puspa    
19/1/2026 15:06
Tahun Ini Pemerintah Perluas Cakupan Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran
Ilustrasi cek kesehatan gratis(ANTARA)

PEMERINTAH akan memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke lingkungan perkantoran mulai tahun ini. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya faktor risiko kardiovaskular yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda rapat kerja Komisi IX, Senin (19/1). 

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025, program CKG mencatat capaian signifikan. Dari target cakupan 280 juta penduduk Indonesia, pemerintah berhasil melakukan skrining kesehatan terhadap sekitar 70 juta orang. “Ini adalah program pemerintah yang target cakupannya paling luas dari 280 juta penduduk, kita berhasil melakukan screening ke 70 juta,” ujar Budi. 

Ia menilai capaian tersebut melampaui program kesehatan lain yang rata-rata menjangkau 40–50 juta peserta. Meski demikian, Budi mengakui promosi program ini masih perlu diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. 

Menurut Budi, skrining kesehatan menjadi kunci untuk menemukan penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, lebih murah, dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan, deteksi dini jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat penyakit sudah memasuki fase berat.

“Screening ini memang mengetahui penyakit dini apa, sehingga kita bisa obati lebih dini. Ini jauh lebih murah, dan jauh lebih bagus kualitas hidupnya bagi masyarakat kita,” ungkapnya.

Hasil skrining menunjukkan pola masalah kesehatan yang berbeda di setiap kelompok usia. Misalnya saja, bayi baru lahir, penyakit jantung bawaan menjadi temuan terbanyak. Pada balita dan anak-anak, persoalan gigi dan berat badan kurang masih mendominasi, sementara pada usia sekolah mulai ditemukan kasus tekanan darah tinggi.

Adapun pada kelompok dewasa, obesitas muncul sebagai faktor risiko utama yang berkorelasi dengan hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes. “Memang gemuk itu masalah. Gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi,” tuturnya.

Memasuki usia lanjut di atas 60 tahun, masalah gigi kembali menjadi sorotan, disertai tekanan darah dan kolesterol tinggi yang konsisten muncul. Budi menekankan pentingnya perawatan gigi sebagai bagian dari kualitas hidup lansia.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung masih menjadi penyebab kematian utama. Namun, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan jika faktor-faktor seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat dikendalikan.

“Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu penelitian menyebutkan bisa menurunkan prevalensi antara 30 sampai 50%,” tukasnya.

Pada 2026, fokus pemerintah tidak hanya pada skrining, tetapi juga pada pengendalian penyakit. Budi menargetkan 90% penderita hipertensi yang terdeteksi dapat berada dalam kondisi terkendali melalui pengobatan rutin di puskesmas.

“Tapi kalau ketahuan dini, diobatin, minum amlodipin setiap hari, terkendali, dia bisa hidup sehat, nggak usah ke rumah sakit,” ujarnya.

Perluasan CKG ke perkantoran menjadi strategi besar pemerintah tahun ini. Setelah sebelumnya dilakukan di puskesmas dan sekolah, skrining kesehatan akan menyasar tempat kerja dengan melibatkan lintas kementerian.

Ia menyebutkan, kebijakan tersebut akan diperkuat melalui instruksi presiden agar tidak hanya Kementerian Kesehatan yang bergerak, tetapi juga Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan. Bahkan, Budi mengusulkan pendekatan kompetitif antarlembaga untuk mendorong budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

“Kita ingin memastikan semua anggota DPR kita sehat, semua karyawan-karyawati kita sehat, PNS kita sehat,” pungkasnya.(M-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik