Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke lingkungan perkantoran mulai tahun ini. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya faktor risiko kardiovaskular yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda rapat kerja Komisi IX, Senin (19/1).
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025, program CKG mencatat capaian signifikan. Dari target cakupan 280 juta penduduk Indonesia, pemerintah berhasil melakukan skrining kesehatan terhadap sekitar 70 juta orang. “Ini adalah program pemerintah yang target cakupannya paling luas dari 280 juta penduduk, kita berhasil melakukan screening ke 70 juta,” ujar Budi.
Ia menilai capaian tersebut melampaui program kesehatan lain yang rata-rata menjangkau 40–50 juta peserta. Meski demikian, Budi mengakui promosi program ini masih perlu diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut Budi, skrining kesehatan menjadi kunci untuk menemukan penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, lebih murah, dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan, deteksi dini jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat penyakit sudah memasuki fase berat.
“Screening ini memang mengetahui penyakit dini apa, sehingga kita bisa obati lebih dini. Ini jauh lebih murah, dan jauh lebih bagus kualitas hidupnya bagi masyarakat kita,” ungkapnya.
Hasil skrining menunjukkan pola masalah kesehatan yang berbeda di setiap kelompok usia. Misalnya saja, bayi baru lahir, penyakit jantung bawaan menjadi temuan terbanyak. Pada balita dan anak-anak, persoalan gigi dan berat badan kurang masih mendominasi, sementara pada usia sekolah mulai ditemukan kasus tekanan darah tinggi.
Adapun pada kelompok dewasa, obesitas muncul sebagai faktor risiko utama yang berkorelasi dengan hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes. “Memang gemuk itu masalah. Gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi,” tuturnya.
Memasuki usia lanjut di atas 60 tahun, masalah gigi kembali menjadi sorotan, disertai tekanan darah dan kolesterol tinggi yang konsisten muncul. Budi menekankan pentingnya perawatan gigi sebagai bagian dari kualitas hidup lansia.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung masih menjadi penyebab kematian utama. Namun, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan jika faktor-faktor seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat dikendalikan.
“Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu penelitian menyebutkan bisa menurunkan prevalensi antara 30 sampai 50%,” tukasnya.
Pada 2026, fokus pemerintah tidak hanya pada skrining, tetapi juga pada pengendalian penyakit. Budi menargetkan 90% penderita hipertensi yang terdeteksi dapat berada dalam kondisi terkendali melalui pengobatan rutin di puskesmas.
“Tapi kalau ketahuan dini, diobatin, minum amlodipin setiap hari, terkendali, dia bisa hidup sehat, nggak usah ke rumah sakit,” ujarnya.
Perluasan CKG ke perkantoran menjadi strategi besar pemerintah tahun ini. Setelah sebelumnya dilakukan di puskesmas dan sekolah, skrining kesehatan akan menyasar tempat kerja dengan melibatkan lintas kementerian.
Ia menyebutkan, kebijakan tersebut akan diperkuat melalui instruksi presiden agar tidak hanya Kementerian Kesehatan yang bergerak, tetapi juga Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan. Bahkan, Budi mengusulkan pendekatan kompetitif antarlembaga untuk mendorong budaya hidup sehat di lingkungan kerja.
“Kita ingin memastikan semua anggota DPR kita sehat, semua karyawan-karyawati kita sehat, PNS kita sehat,” pungkasnya.(M-2)
I Gusti Ayu Ratna menambahkan, hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung telah memperluas cakupan skrining kadar glukosa darah melalui beberapa program.
Mengutip Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, Selasa (11/2), berikut jenis pemeriksaan kesehatan pemeriksaan kesehatan gratis dari bayi baru lahir hingga lansia
program Cek Kesehatan Gratis yang telah dimulai di puskesmas seluruh Indonesia, hari ini (10/2), jika bayar sendiri, hal itu akan memakan biaya Rp1,6 juta hingga Rp2 juta.
Program skrining kesehatan gratis dapat mendeteksi dini penyakit agar tidak terjadi komplikasi dan kematian.
Kemenkes mengatakan program cek kesehatan gratis akan mulai diterapkan Februari 2025. Namun, sosialisasi program itu dilakukan mulai Januari.
Indonesia masih menghadapi ribuan kasus kusta tiap tahun. Empat strategi kunci dari deteksi dini hingga anti-stigma dinilai penting menuju target Zero Leprosy.
Prioritaskan kunjungan antenatal sejak trimester pertama, meskipun ibu hamil merasa sehat.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Di sisi lain, lebih dari 20% kasus rawat jalan dan biaya klaim rawat jalan di Indonesia disebabkan infeksi saluran pernapasan atas akut.
Kota Bogor menargetkan 2.500 orang/ peserta pemeriksaan HPV-DNA yang akan diselesaikan pada periode 8–15 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved