Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Libur Nataru Berakhir, Menkes Ingatkan Cek Kesehatan Berkala

M Iqbal Al Machmudi
04/1/2026 21:24
Libur Nataru Berakhir, Menkes Ingatkan Cek Kesehatan Berkala
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin.(Antara)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat terutama kelompok lansia agar rutin melakukan cek kesehatan atau memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) secara maksimal agar mengetahui kondisi tubuh terkini.

"Orang Indonesia sekarang paling banyak meninggal bukan karena penyakit menular, tapi penyakit seperti stroke dan jantung. Maka, jangan tunggu terkena kedua penyakit itu, harusnya dijaga agar jangan darah tinggi, jangan gula tinggi, dan jangan kolesterol tinggi," kata Budi, kemarin.

Diketahui, sepanjang 2025 program CKG telah melayani 70 juta masyarakat Indonesia. Capaian tersebut didominasi oleh CKG Umum dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97%. Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang tercatat hadir dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.

Program tersebut mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan jika ditemukan penyakit maka bisa ditindak lebih awal agar tidak terjadi perburukan. "Kalau sudah darah tinggi, orang Indonesia suka diam dan masih merasa sehat. Padahal potensi 5 tahun lagi bisa terkena stroke atau terkena serangan jantung. Itu sebabnya pastikan CKG setahun sekali harus lakukan," ujar dia.

Tolak ukur untuk menjaga kesehatan ada 3 hal yakni tekanan darah harus 120-180, gula darah di bawah 200, dan kolesterol di bawah 200.  "Kalau ketiganya terpenuhi Insya Allah umurnya bisa mencapai 74 tahun atau rata-rata usia penduduk Indonesia," pungkasnya. 

Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat pada masa liburan tahun baru ini agar tidak mengabaikan keluhan batuk selama dua pekan atau lebih. "Kalau ada keluhan batuk berkepanjangan, maka gunakan masker saat berada di tempat umum, khususnya di masa liburan yang penuh orang, dan kalau memang batuk selama dua atau tiga minggu lebih, maka segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan," kata Tjandra saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut dia, batuk selama dua pekan atau lebih dan tidak membaik dapat menjadi pertanda tuberkulosis (Tb). Biasanya, batuk pertanda Tb disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, kadang bercampur darah dan disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan dan keringat malam. Pemeriksaan dini gejala Tb, termasuk batuk, memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan mampu mencegah penyebaran penyakit tersebut. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya