Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Menanti Kelanjutan Program Pemberdayaan dan Ekowisata Taman Nasional Gunung Merapi

Golda Eksa
15/1/2026 17:19
Menanti Kelanjutan Program Pemberdayaan dan Ekowisata Taman Nasional Gunung Merapi
Muhammad Wahyudi (kanan) menyerahkan tongkat estafet jabatan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kepada Tutut Heri Wibowo .(Dok. BTNGM)

BALAI Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) resmi memulai babak baru kepemimpinan. Muhammad Wahyudi menyerahkan tongkat estafet jabatan kepala balai kepada Tutut Heri Wibowo dalam prosesi pisah sambut yang berlangsung khidmat di Moral Integrity Room, RM Pring Sewu, Jalan Magelang, Yogyakarta, Selasa (13/1).

Acara tersebut dihadiri sekitar 250 tamu undangan yang mencerminkan soliditas kolaborasi di kawasan Merapi. Hadir di antaranya jajaran pegawai BTNGM, perwakilan Polda DIY, Polres Sleman, Kodim Sleman, jajaran Polsek penyangga, Pemprov DIY, pemerintah desa, hingga berbagai kelompok mitra masyarakat.

Muhammad Wahyudi, yang kini mendapat mandat baru sebagai Kepala BKSDA Sulawesi Tenggara, menyampaikan pidato perpisahan yang emosional. Baginya, tim di BTNGM bukan sekadar rekan kerja, melainkan sebuah keluarga besar atau "Super Team".

"Saya titip untuk seluruh keluarga besar Balai TN Gunung Merapi agar tetap bekerja secara profesional, melayani semua pihak, serta menjaga kawasan Merapi dengan ikhlas dan dedikasi tinggi," ungkap Wahyudi, dikutip Kamis (15/1).

Sebagai bentuk komitmen terhadap kesinambungan program, Wahyudi secara simbolis menyerahkan dokumen hasil kajian dan pemetaan kawasan kepada penerusnya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar harus menjadi prioritas.

Kepemimpinan kini beralih kepada Tutut Heri Wibowo. Sebagai putra daerah asal Sleman, kembalinya Tutut ke tanah kelahiran setelah lama bertugas di Papua membawa harapan baru. Ia berkomitmen untuk melanjutkan legacy positif dari kepemimpinan sebelumnya sembari terus melakukan evaluasi demi kemajuan organisasi.

Warisan Nyata di Lereng Merapi
Rekam jejak Muhammad Wahyudi meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat di lereng Merapi. Rofingudin (Udin), Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Randu Ijo, Magelang, mengenang Wahyudi sebagai sosok yang egaliter, inklusif, dan berani dalam menegakkan aturan.

"Beliau sangat berani menindak dan menutup aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di dalam kawasan. Hubungan baiknya mencakup dari Forkopimcam hingga Forkopimda," ujar Udin.

Udin menambahkan bahwa warisan Wahyudi sangat nyata dirasakan masyarakat, mulai dari pemberian akses pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), ekowisata, hingga peningkatan partisipasi warga melalui penanaman bersama.

"Program-program itu menurut kami adalah langkah yang sangat bagus dalam mewujudkan sinergitas menjaga kawasan Merapi," tambahnya.

Menatap masa depan, masyarakat berharap Tutut Heri Wibowo tetap menjaga akses pemanfaatan rumput bagi warga dan terus mengembangkan ekowisata berbasis pemberdayaan. "Saya yakin kepala balai yang baru punya ketegasan dan semangat kolaborasi yang kuat untuk menjaga Merapi," pungkas Udin. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik