Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Bahaya Tersembunyi Pestisida, Risiko Parkinson Bisa Naik Dua Kali Lipat

Cornelius Juan Prawira
14/1/2026 11:54
Bahaya Tersembunyi Pestisida, Risiko Parkinson Bisa Naik Dua Kali Lipat
Studi UCLA Health mengungkap paparan pestisida seperti paraquat dan rotenone dapat merusak saraf otak dan meningkatkan risiko Parkinson, terutama bagi warga di sekitar area pertanian.(freepik)

TEMUAN terbaru dari UCLA Health dan berbagai studi internasional membuktikan paparan pestisida tertentu, dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson secara signifikan. Terutama mereka yang berada di lingkungan pertanian, 

Hubungan Pestisida dan Kerusakan Saraf 

Hasil penelitian yang diterbitkan melalui SciTechDaily menunjukkan, zat kimia pertanian tertentu, seperti paraquat dan rotenone. Paraquat adalah herbisida kontak untuk membunuh gulma, sedangkan rotenone insektisida untuk membunuh hama air dalam pertanian. 

Bila dikonsumsi, jenis pestisida ini bekerja dengan mengganggu fungsi mitokondria (pusat energi sel) dan memicu stres oksidatif yang membunuh neuron penghasil dopamin di otak. Menurut UCLA Health, paparan ini tidak hanya berisiko bagi petani, tetapi juga bagi penduduk yang tinggal di dekat area penyemprotan intensif. Konsumsi tak sengaja terhadap dua jenis  pestisida ini dapat meningkatan risiko Parkinson hingga lebih dari dua kali lipat.

Gejala Parkinson yang Perlu Diwaspadai 

Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang berkembang secara bertahap. Neurodegeneratif adalah kondisi penurunan dan kerusakan sel dan sistem saraf di otak.  

Berdasarkan American Parkinson Disease Association (APDA), gejala yang muncul akibat kerusakan saraf ini meliputi:

  • Tremor: Getaran halus pada tangan, lengan, atau kaki saat beristirahat.
  • Bradikinesia: Gerakan tubuh yang melambat, membuat aktivitas harian menjadi sulit.
  • Otot Kaku: Otot terasa kaku dan nyeri, membatasi gerak.
  • Ketidakseimbangan Postur: Gangguan keseimbangan yang meningkatkan risiko terjatuh.

Penanganan Medis untuk Atasi Gejala 

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan Parkinson sepenuhnya, namun penanganan medis bisa mengurangi gejala-gejala penyakit ini. Melalui jurnal yang dimuat dalam PMC (PubMed Central), langkah medis meliputi:

  • Terapi Pengganti Dopamin: Penggunaan obat-obatan seperti Levodopa untuk menutupi kekurangan dopamin di otak.
  • Stimulasi Otak Dalam (DBS): Prosedur bedah untuk menanamkan elektroda di otak guna mengontrol gejala motorik pada kasus penyakit yang lebih tinggi.
  • Fisioterapi: Untuk menjaga fleksibilitas otot dan keseimbangan tubuh.

Pencegahan Pribadi dan Gaya Hidup 

Mengingat risiko yang ditimbulkan oleh faktor lingkungan, pencegahan mandiri sangatlah krusial. Berdasarkan ulasan dari Wiley Online Library, langkah-langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Bagi pekerja pertanian, penggunaan masker, sarung tangan, dan pakaian tertutup adalah wajib untuk meminimalkan kontak kulit dengan pestisida.
  • Kebersihan Pangan: Mencuci buah dan sayur secara menyeluruh atau memilih produk organik untuk mengurangi asupan residu kimia.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik terbukti memiliki efek neuroprotektif yang dapat memperlambat degenerasi saraf.
  • Deteksi Dini: Segera berkonsultasi dengan ahli saraf jika merasakan adanya gangguan gerak atau getaran yang tidak wajar.

Memahami risiko kandungan dari paparan pestisida adalah langkah baik untuk melindungi kesehatan diri sendiri dalam jangka panjang. Dengan mengurangi paparan pestisida dan menjaga pola hidup sehat, kita dapat membantu menjaga integritas fungsi otak hingga masa tua. (UCLA Health/SciTechDaily/APDA/PMC (NIH)/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya