Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Harapan Baru dari Sekolah Rakyat: Langkah Berani Presiden Prabowo Memutus Rantai Kemiskinan

Basuki Eka Purnama
13/1/2026 12:07
Harapan Baru dari Sekolah Rakyat: Langkah Berani Presiden Prabowo Memutus Rantai Kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyapa Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian pada acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).(MI/HO)

PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dalam sebuah acara khidmat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Dalam peresmian tersebut, Presiden mengaku haru sekaligus bangga melihat capaian anak-anak didik yang kini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan bangsa.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari keberanian pemerintah dalam mengambil langkah-langkah luar biasa. Program Sekolah Rakyat sengaja dirancang untuk mengubah nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui akses pendidikan berkualitas tinggi.

“Bayangkan kalau waktu itu kita, saya dan para menteri, tidak mengambil sikap yang berani. Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim. Kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi tertinggal,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Program ini mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school) yang bertujuan memberikan lingkungan belajar stabil bagi anak-anak dari wilayah tertinggal. Presiden menekankan bahwa intervensi pendidikan yang totalitas adalah kunci untuk mengangkat derajat keluarga miskin di Indonesia.

Dukungan Strategis Pengembangan Karakter

Inisiatif pemerintah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha dan praktisi pengembangan sumber daya manusia. 

Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung keberlanjutan program ini, khususnya dalam aspek pengembangan karakter dan potensi siswa.

Seusai acara peresmian, Ary Ginanjar yang didampingi Menteri Sosial menyampaikan dukungannya langsung kepada Presiden. Ia menilai Program Sekolah Rakyat adalah langkah besar dan berani dalam sejarah pendidikan nasional yang sangat berpihak pada rakyat kecil.

“Kami tidak hanya mendukung 15.000 siswa pertama Sekolah Rakyat dengan Talent DNA ESQ, tetapi juga siap memberikan dukungan penuh secara gratis kepada hingga 500.000 siswa Sekolah Rakyat berikutnya. Ini adalah amanah besar untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan,” tegas Ary.

Identifikasi Bakat Berbasis AI

Sebagai bentuk kontribusi nyata, ESQ Group menerapkan sistem Talent DNA untuk membantu siswa mengenali potensi diri mereka. Instrumen ini merupakan metode digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mampu mengidentifikasi pola perilaku alami dan talenta spontan dalam diri anak.

Melalui pendekatan ini, para siswa Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan emosional. Ary menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan manusia harus dilakukan secara utuh.

“Sekolah Rakyat adalah bukti nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. ESQ Group akan berdiri bersama pemerintah untuk memastikan anak-anak ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik