Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk besok, Minggu (11/1) dengan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan daerah tekanan rendah serta sirkulasi siklonik yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Daerah Konvergensi dan Konfluensi
BMKG menjelaskan bahwa daerah tekanan rendah masih berada di perairan timur Australia yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi serta meningkatkan kecepatan angin dari Maluku bagian tenggara hingga perairan timur Australia.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Selat Malaka, perairan barat Brunei Darussalam, serta Samudera Pasifik utara Papua Nugini. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Selat Malaka, Laut Natuna, dan Samudera Pasifik utara Papua Nugini. Daerah konvergensi lainnya diperkirakan memanjang di Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, perairan barat hingga selatan Banten, Laut Jawa, Selat Makassar, perairan utara Nusa Tenggara Barat, Laut Banda, Laut Flores, Laut Timor, dan Laut Arafura.
Sementara itu, daerah konfluensi diperkirakan terbentuk di perairan barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, Pulau Jawa, Laut Jawa, Laut Flores, dan Laut Banda. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Hujan disertai petir (Waspada):
Hujan sedang:
Hujan ringan:
Berawan hingga berawan tebal:
Hujan sedang:
Hujan ringan:
Berawan tebal:
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya di wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat. (H-4)
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimumĀ 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved