Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Finnet Indonesia (Finpay), anak usaha TelkomGroup, menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp180 juta kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh sejak akhir Desember 2025.
Head Of Corporate Affair & GCG Implementation PT Finnet Indonesia (Finpay), Sulistio Eko Putranto mengatakan bahwa bantuan disalurkan melalui program Finnet Peduli Kemanusiaan dan bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi karyawan Finnet Indonesia.
"Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana," kata Sulistio dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Dalam pelaksanaannya, Finnet berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, serta relawan setempat guna memastikan distribusi bantuan berlangsung aman, transparan, dan tepat sasaran.
Sepanjang akhir Desember 2025, Finnet telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak di Kelurahan Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatra Barat.
Camat Nanggalo Mimien Halida menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Finnet Indonesia kepada para warganya yang terdampak bencana.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Finnet Indonesia (Finpay) atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warga kami yang terdampak bencana. Bantuan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memberikan semangat bagi masyarakat," ujarnya.
Rangkaian penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke Provinsi Aceh pada 29 Desember 2025, tepatnya di Desa Beuringen dan Desa Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Penyaluran bantuan dikoordinasikan bersama perangkat desa dan pengelola posko setempat agar tepat sasaran.
Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, Finnet menyalurkan bantuan kemanusiaan di Kota Medan, Sumatra Utara. Bantuan diserahkan kepada Posko Relawan Kwarda Pramuka Sumatra Utara.
Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga.
"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan mendesak lainnya," ujar Sekretaris Kwarda Pramuka Sumatera Utara, Boby Indra Prayoga.
Melalui program Finnet Peduli Kemanusiaan, Finnet Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat nilai kepedulian, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari upaya tumbuh dan memberi manfaat bersama masyarakat. (H-2)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
Bantuan lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat semangat warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama sembako serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak.
Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku dan lain-lain), cooking utensils (alat masak), dan hygiene kits.
Asisten I Pemerintahan Pemkab Tapteng Jhonedi Marbun mengutarakan Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah paling parah yang terdampak atas bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Selain pembagian beras secara nasional, GEMPAR juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah yang terdampak bencana alam.
Program Ekspedisi Sehatkan Sumatera ini berlangsung dua pekan, sejak 30 Januari 2026.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
MENTERI Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatta Barat (Sumbar), Rabu (28/1).
PAM Jaya menyalurkan bantuan satu juta mushaf Al-Qur'an ke sejumlah wilayah di Sumatra yang terdampak banjir.
BENCANA alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 25 November 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved