Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung capaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. DAS tidak hanya dipahami sebagai alur sungai semata, tetapi mencakup satu kesatuan bentang alam tempat manusia, hutan, lahan, dan berbagai ekosistem saling berinteraksi. Isu strategis tersebut mengemuka dalam diskusi Enviro Talk bertema DAS Tak Kenal Maka Tak Sayang.
Pemerhati lingkungan Eka Sugiri menjelaskan bahwa DAS merupakan wilayah bentang alam yang dibatasi punggung gunung dan perbukitan, menjadi tempat air hujan jatuh, mengalir, meresap, hingga akhirnya bermuara ke laut. Namun menurutnya, DAS tidak sekadar sistem hidrologi, melainkan ruang hidup besar yang menaungi aktivitas kehutanan, pertanian, perkebunan, permukiman, hingga pembangunan infrastruktur.
“DAS itu bukan sekadar bentang alam, tetapi rumah besar bagi kita semua. Di dalamnya ada kehutanan, pertanian, perkebunan, permukiman, hingga infrastruktur. Semua aktivitas itu berlangsung dalam satu sistem yang saling berinteraksi,” ujar Eka.
Ia menegaskan, karena DAS sering melintasi batas administratif, maka pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan harus memiliki visi bersama. Dalam kaitannya dengan target FOLU Net Sink 2030, Eka menekankan bahwa seluruh program, termasuk rehabilitasi lahan dan pengendalian bencana, harus ditempatkan dalam kerangka pengelolaan DAS yang terpadu. Pendekatan ini memastikan upaya penyerapan karbon, pengendalian banjir, dan pencegahan longsor berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kalau kita tinggal di satu DAS, mimpi kita harus sama. Kalau mimpi berbeda-beda dalam satu rumah yang sama, hasilnya tidak akan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, menegaskan bahwa pengelolaan DAS harus dilihat sebagai pengelolaan sistem besar yang mencakup subsistem ekologis sekaligus sosial. Karena itu, pengelolaan DAS sangat erat kaitannya dengan perencanaan ruang wilayah.
“Selama ini masih ada anggapan bahwa DAS itu hanya kiri dan kanan sungai. Padahal seluruh bentang alam di dalamnya adalah bagian dari DAS. Ini adalah satu ekosistem besar,” kata Zainal.
Ia menjelaskan, pemerintah menempatkan konservasi dan rehabilitasi hutan serta lahan sebagai pintu masuk utama menuju FOLU Net Sink 2030, agar keanekaragaman hayati terjaga dan risiko bencana hidrometeorologi dapat ditekan.
Menurut Zainal, pengelolaan DAS dilakukan secara kolaboratif melalui Forum DAS sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012. Forum ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam penyusunan Rencana Pengelolaan DAS Terpadu (RP-DAS). Tantangan terbesar, katanya, bukan hanya teknis, tetapi juga sosial, karena menyangkut berbagai kepentingan di dalam satu bentang alam. “Pengelolaan DAS tidak bisa hanya mengelola lahannya, tetapi juga mengelola masyarakat yang berada di dalamnya. Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, peran generasi muda dan edukasi sejak dini juga ditekankan sebagai upaya membangun kesadaran publik tentang dampak aktivitas manusia terhadap kondisi DAS. Pemerintah mendorong peningkatan literasi DAS melalui pendidikan formal serta partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan. Pada akhirnya, kedua narasumber sepakat bahwa keberlanjutan DAS akan menentukan kualitas kehidupan masyarakat di masa depan sekaligus menjadi faktor penting keberhasilan agenda iklim nasional dan target FOLU Net Sink 2030. (E-3)
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Gerakan Jaga Jakarta Bersih libatkan 171 ribu warga bersama Pramono Anung dan Jusuf Kalla. Aksi rutin ini untuk cegah banjir dan kota nyaman.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
SEBANYAK 255 unit rumah di Dusun Gondang dan Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang banner luapan Kali Pacal, Rabu (4/2) malam.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sudah dipasang geobag dan duckbill
Kementerian Kehutanan memanggil jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian seekor gajah sumatra.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Upaya penyelundupan dua kontainer arang bakau di Dermaga 210 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digagalkan..
ORGANISASI Anatomi Pertambangan Indonesia (API) buka suara terkait dugaan pelanggaran Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang menyeret PT Position di Halmahera Timur (Haltim).
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved